SuaraSulsel.id - Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Kota Makassar melakukan aksi unjuk rasa dengan cara menutup satu ruas Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Mahasiswa menuntut agar perkuliahan secara tatap muka segera digelar.
Dari pantauan SuaraSulsel.id, aksi unjuk rasa itu dilakukan puluhan mahasiswa Unismuh Makassar dengan mengenakan almamater berwana biru muda.
Peserta aksi menyampaikan aspirasinya di atas mobil tronton yang digunakan untuk memblokade jalan. Selain itu, mahasiswa juga membakar ban bekas. Sehingga menimbulkan kemacetan yang panjang.
Jenderal Lapangan Fakultas Ekonomi Unismuh, Darmawan, mengatakan aksi unjuk rasa tersebut dilakukan karena mahasiswa beranggapan kuliah online hanya cara pemerintah membungkam mahasiswa di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Aturan Baru : Mal dan Kafe di Makassar Hanya Boleh Beroperasi Sampai Pukul 5 Sore
"Pemerintah membungkam teman-teman di seluruh kampus di Indonesia untuk tidak lagi berbicara. Baik soal-soal kebangsaan, isu negara. Sehingga tatap muka ini diupayakan untuk membungkam mahasiswa," kata Darmawan saat ditemui di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Selasa (6/7/2021).
Darmawan menjelaskan sebenarnya Menteri Pendidikan telah berjanji akan membuka perkuliahan secara offline pada sejak bulan Maret 2021 lalu. Namun, hingga bulan Juni 2021 berakhir, janji tersebut belum juga ditepati.
Sehingga, hal tersebut membuat ratusan mahasiswa Unismuh Makassar resah dan harus turun ke jalanan melakukan unjuk rasa untuk menagih janji perkuliahan secara offline alias tatap muka.
"Ditambah lagi bulan Juni tapi realitasnya tidak ada sampai sekarang. Bahkan diundur lagi sampai September. Ini yang membuat kami resah sebenarnya jangan sampai ini meloloskan agenda-agenda pemerintah begitu saja," kata dia.
"Berdasarkan hasil konsulidasi teman-teman fakultas itu mensortir kurang lebih 20 orang mahasiswa setiap fakultas. Dan total dari tujuh fakultas mungkin 140 orang," tambah Darmawan.
Baca Juga: Muhammadiyah Makassar Gelar Vaksinasi Massal, Siapkan Kuota 2.000 Vaksin
Selain menuntut perkuliahan secara tatap muka, kata Darmawan, aksi tersebut juga membawa isu terkait gagalnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama wakilnya, yakni Ma'ruf Amin sebagai pemerintah dalam mengawal Undang-Undang.
Berita Terkait
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Hina Indonesia Negara Miskin, Anco Jansen Kini Semprot Mees Hilgers Cs
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Wanita ML di Makassar Tewas, Polisi: Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka