Lebih dari 2.740 anak di bawah 18 tahun menikah di Inggris dan Wales antara tahun 2008 dan 2017, menurut data resmi, tetapi angka ini tidak termasuk anak di bawah umur yang menikah dalam upacara tradisional atau dibawa ke luar negeri untuk menikah.
Karma Nirvana, yang berkampanye menentang pernikahan paksa, mengatakan telah menemukan kasus yang melibatkan anak-anak berusia 11 tahun, dan pernikahan antara usia 13 dan 15 tahun "tidak biasa".
Para pegiat, yang bertemu dengan Javid pada Selasa (16/6), mengatakan sangat penting tidak hanya untuk menutup celah, tetapi menjadikannya sebagai tindak pidana untuk membantu pernikahan di bawah umur, termasuk pernikahan agama dan yang dilakukan di luar negeri.
“Kriminalisasi adalah pencegah yang kuat dan perlu untuk melindungi setiap anak dari segala bentuk pernikahan anak di semua tempat,” kata Mahmod, yang saudara perempuannya Banaz dibunuh oleh anggota keluarganya setelah meninggalkan seorang suami yang mereka pilihkan untuknya pada usia 17 tahun. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bawa Bubur Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bangun Usaha Bersama Dukungan BRI
-
Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!
-
Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik
-
Antre 7 Jam Demi Pertalite, Ojol di Makassar: Kami Butuh, Bukan Panic Buying
-
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring