Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Kamis, 03 Juni 2021 | 06:18 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran melakukan simulasi penanganan kebocoran tabung gas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (2/6/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Selain alat, Dinas Pemadam Kebakaran juga selalu menghimbau agar setiap pengelola gedung dan bangunan publik membentuk dan menunjuk beberapa karyawan atau petugasnya untuk dilatih khusus. Bagaimana melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran di tempat kerjanya.

"Namun masih lebih banyak yang abai atas seruan ini daripada yang mau ikut dan tidak abai," ungkap Mustamin.

Belajar dari kasus Kamaruddin, kata Mustamin, jangan pernah membawa tabung gas bocor masuk ke kamar mandi yang sempit. Karena sirkulasi udara yang tidak bebas justru mempercepat terjadinya ledakan.

Cara yang tepat adalah menutup kebocoran itu baik menggunakan jari tangan saja sehingga gas tidak tersembur lagi dan apinya otomatis akan padam.

Baca Juga: Ledakan Tabung Gas di Jimbaran, Warga Prancis Jadi Korban

Atau melarikan tabung gas ke tempat terbuka. Dimana udara bebas bisa menghambat terjadinya ledakan. Atau pada kondisi tertentu bisa menutupi seluruh bagian tabung gas dan regulator yang bocor itu dengan karung goni yang basah dan jangan membiarkan ada celah udara keluar.

Atau menggunakan alat pemadam api ringan yang berisi chemical powder.

Sebelum menyalakan kompor gas, masyarakat juga dihimbau untuk memastikan tidak ada bau gas yang bocor. Saat ada kebocoran, bawa keluar tabung gas dan matikan semua listrik dalam rumah.

Load More