"Tahap awal program ini sudah dibelanjakan Rp 50,2 miliar termasuk belanja pemerintah," ungkap Juru Bicara Makassar Recover Pemkot Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti.
Anggaran Makassar Recover, kata Indira, tidak hanya belanja persiapan pelaksanaan program. Tapi juga untuk mendukung biaya pengamanan dari TNI-Polri, keterlibatan organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar, Ikatan Dokter Paru Indonesia, serta tenaga medis dan tim terkait lainnya.
"Anggaran yang dibelanjakan ini untuk kebutuhan keperluan awal, mulai vaksinasi Covid-19, perekrutan detektor, fasilitas alat kedokteran, peralatan komputer, termasuk pengadaan kontainer labolatorium yang dipasang pada setiap kelurahan," katanya mengutip Antara.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar dari partai NasDem ini menjelaskan, selain belanja barang dan jasa, anggaran Makassar Recover juga dialokasikan untuk mendukung Tim Satgas Penguraian Kerumunan (Raika) yang terdiri dari 1.150 personil gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan instansi lainnya.
Indira tidak merinci secara detail pengeluaran belanja tersebut.
Juru bicara lainnya, Maqbul Halim menambahkan, saat ini Pemkot Makassar juga mendapatkan bantuan dari pihak swasta. Terkait penanganan Covid-19. Seperti Alat Pelindung Diri atau APD.
Bantuan berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi Makassar. Berupa obat tradisional 4.000 pak beserta masker medis, disusul 11.200 perlengkapan APD dari Gojek, dan 1.000 lembar masker dari Pertamina. Pihaknya pun masih menerima bantuan sumbangan untuk membantu mensukseskan program tersebut.
"Program Makasar Recover ini adalah bagian penanganan COVID-19, termasuk bagian dari pendataan warga Makassar berskala besar. Saat ini perangkatnya sedang dalam perampungan. Insyaallah, usai lebaran semua sudah jalan sesuai jadwal," katanya.
Maqbul menambahkan, program Makassar Recover direncanakan berakhir pada Desember 2021. Setelah seluruh komponen berjalan sesuai harapan, mulai dari pendataan warga, deteksi COVID-19 massal, hingga menekan laju penularan virus.
Baca Juga: Wali Kota Makassar Minta Salat Idul Fitri Digelar Setiap RW
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Alasan Polda Sulsel Borgol dan Tahan Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang
-
Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Ditahan Polda Sulsel
-
Disnakertrans Sulsel Gandeng Perusahaan Edukasi K3 Anak SD
-
Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur