SuaraSulsel.id - Jumlah terduga teroris yang ditangkap dalam operasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus bertambah. Total terduga teroris yang ditangkap menjadi 56 orang.
"Sudah ada 56 orang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 selama operasi," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol. E. Zulpan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 5 Mei 2021.
Penambahan terduga tersebut setelah tiga orang mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Cabang Makassar ditangkap Densus 88 dibantu Tim Polda Sulsel.
Tiga orang tersebut masing-masing berinisial AR, MU, dan AS diduga terlibat dalam pembaiatan untuk mendukung jaringan teroris Islamic State atau ISIS beberapa waktu lalu setelah pengembangan usai penangkapan eks Sekertaris Umum FPI Pusat Munarman.
Meski demikian, Zulpan tidak menjelaskan secara detail apa peran yang bersangkutan usai ditangkap di rumahnya masing-masing setelah Densus 88 mengeledah bekas markas FPI Makassar, Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujungpandang, Selasa (4/5).
"Kalau soal peran masing-masing, saya belum bisa sampaikan. Namun, jelasnya mereka petinggi FPI dan diduga ikut terlibat pembaiatan bersama Munarman," katanya.
Mengenai dengan pengeledahan bekas markas FPI Makassar, Zulpan mengatakan bahwa hasil pengembangan terduga dari jaringan teroris di Villa Mutiara Biru serta bagian dari serangan teror bom bunuh diri pasangan suami istri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).
"Beberapa terduga yang ditangkap mengaku dibaiat oleh Munarman. Untuk barang bukti disita, ada empat boks kardus. Para terduga sementara ini sedang menjalani pemeriksaan," ujar pria berpangkat dua bunga melati itu. (Antara)
Baca Juga: Terbongkar! Dinas Sosial Makassar Usul 53 Orang Meninggal Dapat Bantuan
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Cerminkan Kinerja dan Fundamental Kuat
-
BRI Ekspansi ke Timor Leste, Pegadaian Siap Layani UMKM
-
Kabid Propam Polda Sulsel Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga 'Bekingi' Sengketa Lahan
-
Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa
-
Ditolak KUA, Ayah Tetap Nikahkan Anak di Bawah Umur dengan Pria 71 Tahun di Luwu