SuaraSulsel.id - Kerukunan umat beragama ditunjukkan masyarakat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Karena mereka mampu hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbeda agama. Tanpa harus saling bermusuhan.
Toleransi antar pemeluk agama ini terlihat pada Masjid Al Jihad yang berhadapan langsung dengan Gereja Advent. Terletak di Jalan Baji Ati 1 Nomor 49, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
SuaraSulsel.id berkesempatan mengunjungi masjid dan gereja tersebut. Lokasinya berada di sebuah pemukiman warga yang memiliki jalanan kecil.
Antara Masjid Al Jihad dengan Gereja Advent hanya dipisahkan lorong kecil dan pagar bangunan Masjid Al Jihad dan Gereja Advent.
Ketua Masjid Al Jihad, Margunawan, mengatakan Masjid Al Jihad dan Gereja Advent telah menjadi ikon toleransi umat beragama di Makassar.
"Ini menjadi ikon toleransi keberagaman betul. Karena kalau orang bertanya di mana Masjid Al Jihad pasti ketemu Gereja Advent. Kan di sini banyak gereja. Ada tiga gereja," kata Margunawan saat ditemui SuaraSulsel.id di depan Masjid Al Jihad, Selasa 20 April 2021.
Margunawan mengungkapkan sebelum menjadi Masjid Al Jihad, bangunan ini awalnya merupakan sebuah Musala. Sebagai tempat kegiatan ibadah para umat muslim yang berada di sekitar pemukiman Jalan Baji Ati 1, Makassar.
"Musala Al Jihad juga dulu namanya pada tahun 1980-an," ungkap Margunawan.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan musala hancur dimakan usia. Para pengurus kemudian berbondong-bondong melakukan perbaikan dengan membangun kembali bangunan tersebut menjadi sebuah masjid.
Baca Juga: Kunjungi Korban Bom Makassar, Risma Serahkan Santunan
Masjid itu pun tetap diberi nama Masjid Al Jihad, yang tidak lepas dari nama bangunan sebelumnya. Nama Al Jihad diambil setelah melihat perjuangan pengurus yang tetap berusaha membangun masjid itu. Al Jihad memilik arti mendirikan sesuatu yang sangat susah.
"Kan namanya Jihad. Dan yang membangun mengatakan ini Al Jihad. Jadi seperti berjuang maknanya," terang Margunawan.
Luas bangunan Masjid Al Jihad, kata Margunawan, hanya dapat menampung 8 shaf hingga 12 shaf jemaah saja. Meski begitu, Margunawan tetap bersyukur sebab jemaah tetap antusias untuk menggunakan Masjid Al Jihad sebagai tempat kegiatan ibadah. Utamanya pada momentum bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini.
"Jemaahnya dari pemukiman sini saja. Dan ada juga biasa jemaah dari luar datang ibadah. Selama Ramadhan kegiatan religi di sini aktif. Seperti pengajian dan taklim," kata dia.
"Kalau membangunkan sahur ya masing-masing. Kadang sekali-kali juga melalui pengeras suara masjid supaya mereka dengar. Tahun lalu kita sudah salat Idul Fitri di sini," tambah Margunawan.
Margunawan mengatakan, jumlah warga yang bermukim di Jalan Baji Ati 1, Makassar diketahui telah mencapai lebih dari 100 KK. Dengan berbagai kepercayaan agama masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone