SuaraSulsel.id - Budaya bangun sahur Koko’o di Kota Gorontalo kembali dihidupkan Ramadhan tahun ini. Koko'o adalah tradisi warga berjalan keliling kampung. Sambil memukul kentongan bambu. Agar warga bangun makan sahur.
Tradisi membangunkan orang untuk sahur di bulan puasa ini pun mendapat antusias warga Talumolo. Tahun lalu kegiatan ini dilarang.
Pantauan gopos.id -- jaringan Suara.com, warga yang tergabung dalam Toki Sahur Talumolo mulai berjalan pukul 01.45 WITA. Menyusuri Jalan di wilayah Talumolo hingga di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo.
Tradisi Koko’o hari pertama Ramadhan ini diikuti ratusan warga. Sebagian besar pesertanya adalah anak muda. Berjalan kaki sambil memukul kentongan bambu.
“Suka saja untuk gabung. Karena ramai dan sudah menjadi kebiasan kami setiap tahunnya,” ucap salah seorang peserta.
Meski diikuti ratusan warga, namun panitia Toki Sahur Talumolo selalu menekankan agar setiap warga yang ikut membangunkan sahur menerapkan protokol kesehatan. Selalu menggunakan masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini
-
Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk
-
Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private
-
BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan
-
57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf