SuaraSulsel.id - Pimpinan Jamaah An Nadzir Ustadz Samiruddin Pademmui mengatakan Jemaah An Nadzir menghitung dan menetapkan bulan Hijriyah, selalu memakai standar yang disebut dengan metodologi hisab dan rukyat. Oleh karena itu, sedikit banyak, perlu diketahui apa itu hisab dan rukyat.
Secara bahasa hisab artinya menghitung, sementara rukyat adalah melihat. Oleh karena itu, dalam menetapkan hitungan bulan tentunya tidak bisa lepas dari dua cara ini.
"Dalam menetapkan 1 Ramadhan dan 1 Syawal, Jemaah An Nadzir tetap menggunakan dua standar. Hisab dan rukyat tersebut," kata Samiruddin dalam rilisnya, Sabtu 10 April 2021.
Dalam menghitung dan menetapkan bulan, tentu perlu ilmu dan pemahaman serta cara dan metodologi. Samiruddin menjelaskan cara atau metodologi yang dipakai Jamaah An Nadzir dalam menentukan puasa pertama Ramadan.
Pertama, dalam menghitung dan menetapkan bulan, tetap mengacu pada standar fundamental 3 (tiga) sumber ilmu, yakni ilmu Alquran, Hadis, dan Ladunni.
Dalam hal ini, banyak sekali dalil dalam Alquran digunakan terkait masalah ini. Misalnya, Quran Surah Al Baqarah ayat 185, 187, 189. QS Yunus ayat 5-6. QS Yaasiin ayat 37-39 dan masih ada beberapa ayat lainnya.
Kemudian, ada Haditz Riwayat Abu Daud yg maknanya kurang lebih begini : "Intailah bulan Rajab untuk mengetahui Sya'ban dan Intailah bulan Sya'ban untuk mengetahui Ramadhan, serta Intailah bulan Ramadhan untuk mengetahui Syawal".
Pada Haditz lain Nabi Saw berkata : "Berpuasalah kamu ketika melihat bulan dan berbukalah kamu ketika melihat bulan." Dan masih ada beberapa Haditz lain yg ada kaitannya dengan puasa yg dilakukan Rasulullah Saw.
Kedua, Jamaah An Nadzir, dalam melakukan pemantauan bulan, maka titik star pertama yang dilakukan adalah menentukan 3 (tiga) purnama, yakni 14, 15 dan 16 hitungan bulan berjalan.
Baca Juga: Kampung Ini Sudah 10 Tahun Lock Down, Klaim Bebas Covid-19
Ketiga, Setelah menentukan 3 (tiga) purnama 14, 15 dan 16, dari sini terus dihitung hingga 27, 28 dan 29 bulan berjalan.
Keempat, Pada hitungan 3 (tiga) bulan terakhir 27, 28 dan 29, An Nadzir akan memperhatikan jam terbitnya bulan di ufuk Timur. Sambil melihat bayangan bulan bersusun dengan menggunakan kain hitam tipis.
Kelima, Ketika bayangan bulan bersusun 3 berarti sisa bulan 2 hari lagi. Jika bayangan bulan bersusun 2 berarti sisa bulan tinggal 1 hari lagi.
Keenam, Pada saat bulan akan berakhir, biasanya secara Sunnatullah ditandai dengan beberapa fenomena alam. Seperti, turun hujan disertai kilat dan Guntur, serta tiupan angin agak kencang. Yang sekiranya kita berada di pinggir laut, maka kita akan menyaksikan perubahan arah perahu utara-selatan berbalik menjadi timur-barat.
Ketujuh, Fenomena alam sebagai tanda terakhir terjadinya pergantian bulan, yakni ketika air laut sudah mengalami pasang KONDAK. Pasang KONDAK adalah pasang puncak dan tertinggi air laut. Yang terjadi karena adanya gaya gravitasi bumi (tarik menarik) akibat antara bumi, bulan dan matahari berada pada posisi sejajar dalam bentuk horisontal.
Kedelapan, Pada saat terjadinya pasang KONDAK air laut, berarti pergantian bulan telah terjadi. Misalnya, bulan Rajab ke Sya'ban, bulan Sya'ban ke Ramadhan dan atau bulan Ramadhan ke Syawal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Cuaca Ekstrem Terjang Makassar, 19 Rumah dan Satu Mobil Rusak
-
Berapa Jumlah Pajak Warga Sulsel Sepanjang 2025? Ini Data Perpajakan
-
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Malam Pintu Langit Dibuka
-
Tawuran Lagi! Satu Warga Tewas di Makassar