SuaraSulsel.id - Banyak cara yang dilakukan masyarakat agar terhindar dari Virus Corona atau Covid-19. Namun, bagi jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mereka lebih mempercayai air wudu sebagai salah satu penangkal Covid-19.
Pimpinan jemaah An Nadzir Ustadz M Samiruddin Pademmui mengatakan, salah satu tips yang paling ampuh agar terhindar dari Covid-19 adalah dengan melaksanakan salat lima waktu setiap hari.
Hal ini karena dengan melaksanakan salat, para jemaah secara otomatis akan membersihkan sejumlah bagian tubuhnya dari berbagai kotoran saat mengambil air wudu.
"Kita sebagai seorang muslim dengan menjaga salat lima waktu sehari semalam, itu salah satu tips yang sangat bagus. Bukan hanya sekedar cuci tangan. Tapi wudu itu mencuci tangan, muka, dan sebagainya. Jadi itu salah satu tips paling sempurna terhindar Covid-19," kata Samiruddin kepada SuaraSulsel.id, saat ditemui di kediamannya yang berada di Perkampungan Mukmin An Nadzir Gowa, Sabtu 10 April 2021.
Selain itu, kata Samiruddin, jemaah An Nadzir juga melaksanakan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak ketika beraktivitas di luar Perkampungan Mukmin An-Nadzir yang terletak di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Namun, kata Samiruddin, yang paling penting untuk dilakukan jemaah An Nadzir adalah melaksanakan zikir akbar setiap malam Jumat secara rutin.
Zikir akbar tersebut diyakini jemaah dapat memberikan perlindungan dari berbagai malapetaka. Termasuk dari paparan Covid-19 yang masih terus menerus mewabah ini.
"Dan paling penting kita di sini ada satu amalan zikir yang disebut zikir Latifah Akbar setiap malam Jumat. Dan kita yakin setiap mengamalkan zikir itu, bahwa ini merupakan sebuah kumpulan amalan kekasih atau wali-wali Allah. Sehingga, ketika kita amalkan ini insyaallah kita dalam bimbingan dan pertolongan Allah. termasuk perlindungan dari petaka seperti Covid," kata dia.
"Dan kita juga banyak ikuti referensi dan penjelasan dari para ahli tentang virus ini. Jadi kita tenang-tenang saja begitu," tambah Samiruddin.
Baca Juga: Tambah 977, Kasus Covid-19 DKI Jakarta Hari Ini Jadi 391.567 Orang
10 Tahun Lock Down
Samiruddin yakin betul bahwa perkampungan Mukmin An Nadzir di Gowa steril dari penyakit Covid-19. Sebab, sebelum pemerintah mengeluarkan aturan soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Lock Down, jemaah An Nadzir di Gowa sudah sejak dahulu melakukan Lock Down atau karantina wilayah.
"Kita An Nadzir sudah lebih 10 tahun Lock Down. Artinya tidak berbaur dengan masyarakat secara umum, tetapi kita tetap mengikuti himbauan-himbauan yang disampaikan pemerintah seperti mengikuti protokol kesehatan. Misalnya, kalau keluar itu pakai masker dan membatasi untuk mengikuti kegiatan yang ramai di luar," terang Samiruddin.
Samiruddin mengaku secara internal jemaah An-Nadzir di perkampungan Mukmin An-Nadzir, Kabupaten Gowa, tidak terlalu khawatir dengan Covid-19. Apalagi, tamu yang datang berkunjung ke wilayah tersebut tergolong masih jarang.
"Karena orang datang di sini juga jarang. Cuma orang-orang yang punya tujuan tertentu yang datang. Jadi yang bermukim di sini betul-betul jemaah An-Nadzir. Dan insyaallah kita yakin bahwa tempat kita ini steril dari Covid-19. Dan sampai hari ini belum ada yang kena Covid ya. Selama setahun ini, jadi aman lah di sini," katanya.
Diketahui, Perkampungan Mukmin An Nadzir di Kabupaten Gowa dibangun dari sebuah gagasan Syech Muhammad Almahdi Abdullah alias Abah Syamsuri Abdul Majid. Sebagai guru dan imam dari jemaah An Nadzir yang telah wafat.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Duh! Dibujuk Tak Mempan, ODGJ di Selayar Nekat Bacok Polisi Pakai Kapak
-
Berencana Berlibur ke Bali? Ini 7 Destinasi & Aktivitas Seru di Bali yang Bisa Anda Lakukan!
-
ASN Bakal Kerja dari Rumah, Benarkah Bakal Menghemat BBM?
-
Peneliti Ungkap Alasan Ilmiah Ikan Hiu 'Nongkrong' di Pesisir Makassar
-
Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel