Tetapi keadaan bercerita lain, setelah AV ikut patroli hingga Lantai 23. Hal ini dikarenakan R yang seharusnya memberikan rasa aman, justru berbuat tidak senonoh kepada AV di lantai 21, Menara Bosowa.
"Sekalinya turun kembali ke lantai 21, langsung dia rangkul saya dari belakang. Terus sekap. Terus dia bilang 'Di sini tidak ada CCTV'. Tapi di situ, saya lihat ada CCTV," katanya.
"Pas dia (R) sekap saya tidak tahu mau bagaimana karena badannya besar. Terus lebih kuat dari saya. Saya tidak bisa bicara. Di situ, dia peluk terus perkosa saya di dalam ruangan lantai 21," sambung AV.
Setelah melakukan aksi bejatnya, R pun turun ke pos jaga sambil merangkul AV. Tujuannya, agar AV tidak menceritakan perbuatan R terhadap AV.
Baca Juga: Usil Banget, Nurhidayat Semprot Muka Yakob Sayuri Pakai Air Botol
"Dia (R) turun lagi ke bawah pas sudah perkosa saya, tapi di situ dia rangkul saya lagi. Saya tidak bisa cerita karena takut apalagi ada barang-barang dia pegang. Terus dia ikuti saya terus. Baru saya sudah dalam keadaan hancur," ungkap AV.
Karena tidak terima, keesokan harinya AV pun langsung mendatangi Kantor Polrestabes Makassar. Untuk melaporkan peristiwa pemerkosaan yang telah menimpanya di Menara Bosowa, Makassar pada Kamis 19 November 2020 silam.
"Kejadianya tanggal 19 November 2020 karena subuh. Kejadian saat subuh, besok pagi langsung saya lapor juga di kantor polisi," jelas AV.
Menurut AV, polisi yang menangani kasus dugaan pemerkosaan yang dilaporkan itu ternyata tidak serius. Penyidik Polrestabes Makassar yang menangani kasus memberikan berbagai alasan. Salah satunya adalah penanganan kasus itu bertepatan dengan momentum Pemilihan Wali Kota Makassar 2020.
"Polisi bilang, ditunda karena dulu ada pemilihan, kan di situ (Menara Bosowa) kan yang punya Paslon nomor dua. Jadi takut mungkin kalau ada masalah jadi diundur. Sudah itu, mau tahun baru lagi. Dia undur lagi. Kemudian, chat sama keluarga saya, dia (polisi) bilang lagi Covid penyidiknya," beber AV.
Baca Juga: Evan Dimas Minta Bhayangkara Solo FC Lebih Fokus Hadapi PSM
AV mengaku bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan visum untuk menguatkan bukti pemerkosaan pelaku. Namun, hasil visum tidak boleh dilihat oleh AV beserta keluarganya.
Berita Terkait
-
Seorang Pria Paruh Baya Diciduk Polisi Usai Lalukan Rudapaksa Terhadap Anak SMP
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Hina Indonesia Negara Miskin, Anco Jansen Kini Semprot Mees Hilgers Cs
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Wanita ML di Makassar Tewas, Polisi: Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka