SuaraSulsel.id - Tim Penyidik KPK kembali melanjutkan penggeledahan di Sulawesi Selatan. Pasca operasi tangkap tangan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Hari ini penyidik KPK menggeledah Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, KM 4, Kota Makassar.
Penggeledahan dilakukan di ruang kerja Nurdin Abdullah dan juga Kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa. KPK dikawal ketat aparat kepolisian bersenjata.
Penggeledahan dilakukan sejak pukul 10.00 Wita. Agenda Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang sebelumnya akan digelar di Kantor Gubernur Sulsel dipindahkan ke rumah jabatan.
Andi Sudirman mengaku menghormati setiap proses hukum yang berlangsung di KPK. Ia juga meminta pejabatnya untuk kooperatif jika KPK membutuhkan keterangan.
"Jadi tidak ada masalah. Kita harus hormati kinerja APH," kata Sudirman.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim Penyidik KPK masih menggeledah Kantor Gubernur Sulsel di Lantai I.
Sejak pagi, media sosial di Sulawesi Selatan heboh. Beredar foto penyidik KPK dikawal polisi bersenjata. Masuk ke kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.
Penyidik KPK terlihat berjalan membawa koper. Kemudian diikuti oleh sejumlah polisi memegang senjata.
Terlihat juga mobil yang parkir. Sama dengan mobil yang digunakan saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Jalan AP Pettarani, Makassar.
Baca Juga: Jaksa Jelaskan Trik Korupsi Mantan Sekretaris MA Nurhadi
Kemarin, Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Ali Fikri mengatakan, Tim Penyidik KPK telah melaksanakan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Sulawesi Selatan.
Dua lokasi tersebut adalah Kantor Dinas PUTR Provinsi Sulsel dan rumah pribadi Nurdin Abdullah di Kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Kota Makassar.
"Dari dua lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan juga sejumlah uang tunai," kata Ali Fikri kepada SuaraSulsel.id, Selasa, 2 Maret 2020.
Sebelumnya, Senin (1/03/2021) Tim Penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Sulawesi Selatan yaitu Rumah Jabatan Gubernur Sulsel dan Rumah Jabatan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat.
Untuk jumlah uang tunai, kata Fikri, saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK. Fikti tidak merinci dimana uang tunai tersebut ditemukan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk
-
Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private
-
BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan
-
57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf
-
Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh