SuaraSulsel.id - Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel mengeluarkan data sebanyak 28.219 Sumber Daya Manusia Kesehatan/SDKM atau tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendukung di fasilitas kesehatan telah divaksinasi Covid-19.
Data tersebut diambil sejak 14 Januari hingga 6 Februari 2021.
Nakes memang menjadi prioritas pemerintah, mengingat risiko penularan nakes tinggi karena berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR menyebut, sebanyak 28.219 nakes sudah disuntik vaksin atau 47,35 persen.
Dan sebanyak 475 penerima vaksin tahap pertama telah melaksanakan vaksinasi covid-19 tahap dua. Sementara, total sasaran tenaga kesehatan yang divaksinasi sebanyak 59.598 nakes.
"Seluruh kabupaten/kota telah mendapatkan jatah vaksin masing-masing. Dari rencana awal, jadwal vaksinasi nakes ditargetkan selesai pada akhir Februari," ungkapnya, Senin 8 Februari 2021.
Selain itu, ada 6.901 atau 11,58 persen nakes yang ditunda mendapatkan vaksinasi tahap I dan 1 nakes yang ditunda mendapatkam vaksinasi tahap II. Kemudian, ada 5.809 atau 9,75 persen nakes yang tidak diberikan vaksinasi tahap I dan II.
Nurul melanjutkan, untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi nakes, telah dilakukan vaksinasi massal selama tiga hari di GOR Unhas pada 1 hingga 3 Februari lalu.
Jumlah nakes yang berhasil divaksin yakni 2.849 orang dari 3.915 nakes yang hadir dan 3.731 nakes yang terdaftar, 882 nakes dinyatakan ditolak atau ditunda.
"Target kami dari vaksinasi massal yaitu 4.000 nakes. Tetapi, di hari pertama hanya 590 nakes yang berhasil divaksinasi, hari kedua hanya 846, dan hari ketiga ada 1.413 nakes. Sehingga totalnya ada 2.849 nakes yang divaksin massal," jelasnya.
Baca Juga: Sengkarut Lelang Jabatan Kota Makassar, Banyak Campur Tangan Pemprov Sulsel
"Mengingat realisasi vaksin belum capai target, maka kami berencana melakukan vaksinasi massal lagi," sambung Nurul.
Berikut rincian realisasi vaksinasi Covid-19 bagi nakes pada 6 Februari 2021 untuk tingkat kabupaten.
Kepulauan Selayar sebanyak 704 nakes, Bulukumba 554 nakes, Bantaeng 315 nakes, Jeneponto 336 nakes, Takalar 552 nakes, Gowa 767 nakes, Sinjai 851 nakes, Maros 705 nakes, Pangkep 1.323 nakes, Barru 573 nakes, Bone 1.314 nakes.
Selanjutnya, Soppeng 1.267 nakes, Wajo 1.203 nakes, Sidrap 1.229 nakes, Pinrang 1.770 nakes, Enrekang 696 nakes, Luwu 578, Tana Toraja 1.021 nakes, Luwu Utara 423 nakes, Lutim 1.033 nakes, Toraja Utara 443 nakes, Parepare 1.139 nakes, Palopo 572 nakes, sementara Makassar 8.851 nakes.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengatakan, penduduk Sulsel mulai divaksinasi Juni 2021 mendatang. Pihaknya telah melakukan segala persiapan untuk melakukan vaksinasi.
“Jika tidak ada halangan, bulan Juni kita mulai. Kita akan persiapkan dulu semua, terutama data klinis,” kata Nurdin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Ormas Islam akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie
-
HUT Luwu Utara: Andi Sudirman Hadiahkan Jalan, Rute Pesawat, hingga Irigasi Miliar Rupiah
-
[CEK FAKTA] Menag Nasaruddin Umar Larang Sembelih Hewan Kurban dan Minta Diganti Uang?
-
Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana Nasional, Gubernur Sulsel: Hasil Kerja Kemanusiaan Bersama
-
ISNU Kritik Rencana Penutupan Prodi Kependidikan: Jangan Hanya Kejar Target Industri