Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Rabu, 23 Desember 2020 | 14:17 WIB
KONI Sulawesi Selatan melaksanakan tes fisik dan tes kesehatan. Kepada ratusan atlet yang akan berlaga pada PON Papua / [Foto: KONI Sulsel]
KONI Sulawesi Selatan melaksanakan tes fisik dan tes kesehatan. Kepada ratusan atlet yang akan berlaga pada PON Papua / [Foto: KONI Sulsel]

Dalam tes ini, tim medis memasangkan alat pendeteksi di dada dan di lengan atlet. Selanjutnya para atlet memulai tes nadi istirahat, nadi pelatihan, dan nadi pemulihan dengan teknik mengatur nafas, duduk tenang dan teknik naik turun bangku selama masing-masing 3 menit.

Pada tahapan akhir, atlet mengikuti tes deteksi dan deformitas dengan mengikuti instruksi tim medis yang juga seorang ahli yang terampil dan terlatih. Yakni pengukuran kemampuan dan organ pada postur atlet yang tidak normal.

Tim medis memeriksa organ vital pada lengan, siku, lutut, dan tungkai kaki atlet. Baik pada saat posisi berdiri maupun pada saat atlet berbaring.

Test fisik dipimpin Ketua Pembinaan dan Prestasi Koni Sulsel Prof Andi Ihsan.

Baca Juga: KONI Sulsel Tetap Disiplin Protokol Kesehatan Dalam Membina Atlet

Ihsan mengungkapkan, atlet yang menjalani tes fisik dan tes kesehatan ini merupakan atlet yang telah lolos seleksi. Merupakan binaan KONI Sulsel untuk persiapan PON XX Papua.

Tes tersebut dilaksanakan selama 2 hari. Sebagai salah satu cara menjaga dan mengevalusi kebugaran dan jasmani atlet Sulsel.

"Agar tetap prima. Bisa melaksanakan latihan dengan baik,” kata Ihsan.

Sebanyak 99 dari 202 jumlah atlet telah menjalani tes. Dari 19 cabang olahraga se-sulawei selatan.

Atlet tersebut dari cabang olahraga beregu seperti sepak bola, bulutangkis, cricket, dan dayung.

Baca Juga: KONI Sulsel Tekankan Pentingnya Pembinaan Prestasi Olahraga

Atlet dari cabang olahraga perorangan seperti judo, pencak silat, karate, muathay juga akan menjalani tes fisik dan kesehatan yang sama.

Load More