SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Langkah tersebut diambil menyusul tingginya kasus positif Covid-19 yang berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) di Balai Kota.
Kepala Bidang Kinerja dan Penghargaan BKPSDM Makassar Munandar mengatakan, Pemkot Makassar resmi berlakukan WFH selama tiga bulan masa kerja, terhitung mulai dari 21 Desember 2020 hingga 21 Maret 2021.
"Tetapi aktivitas tetap ada. Jika selama aturannya hanya boleh 50 persen dari jumlah pegawai, maka ini dikurangi lagi yang tadinya dua shift, menjadi tiga shift. Jadi harus di bawah 50 persen yang boleh. Itu pun untuk aktivitas yang urgent," kata Munandar, Minggu (20/12/2020).
Rapat untuk tatap muka juga ditiadakan. Jika dalam rapat itu sudah di atas 10 orang, maka diwajibkan dilakukan via virtual. Munandar menjelaskan, aturan WFH sudah dituangkan menjadi edaran wali kota.
Kemudian yang berlaku mulai 21 Desember. Dengan menghitung masa kerja.
"Jadi Desember sampai Maret. Karena Desember itu banyak momentum libur," ucapnya.
Meski begitu, pemberlakukan WFH sudah diperhitungkan beban kerja dan aspek pelayanan. Sehingga kita rapat digelar maka lebih diutamakan via virtual.
Diketahui, sejumlah pejabat Pemkot Makassar mengumumkan terkonfirmasi positif Covid-19.
Mereka adalah Kepala Dinas Pariwisata Rusmayani Madjid, Kepala Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar Andi Bukti Djufri, dan Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar Iman Hud.
Baca Juga: Pemkot Makassar Belum 100 Persen Siap, Gelar Sekolah Tatap Muka Tahun Depan
Hingga 18 Desember 2020, Satgas Covid-19 Kota Makassar mencatat pasien terkonfirmasi Virus Corona sudah mencapai 12.310. Angka yang meninggal dunia mencapai 335 orang dan ada 10.170 dinyatakan sembuh. Sehari sebelumnya, ada penambahan kasus hingga 189 orang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Makassar Agus Djaja Said juga menyampaikan, kasus yang terkonfirmasi paling banyak disumbang oleh klaster perkantoran. Mobilitas masyarakat keluar masuk Kota Makassar dengan leluasa jadi faktornya.
"Karena kunjungan banyak orang keluar Makassar. Banyak juga yang mulai liburan," katanya.
Seluruh kantor pemerintahan di bawah naungan Pemkot Makassar akan disemprot disenfektan. Cara ini dilakukan untuk menekan kasus yang naik terus.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gara-gara Asap, 1.070 Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Gagal Terbang
-
Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu
-
Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun
-
Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri
-
Bahtiar Baharuddin Bantah Cawe-cawe Proyek Bibit Nanas Rp52,4 Miliar