SuaraSulsel.id - Sudah satu dekade, pejuang asal Sulawesi Selatan tidak kebagian gelar pahlawan nasional.
Padahal, daerah dengan julukan Anging Mammiri ini menjadi tempat lahirnya para pahlawan yang turut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali mengusulkan dua tokoh yang dianggap layak dan berjasa untuk menjadi pahlawan nasional.
Dua tokoh tersebut adalah Jenderal TNI (Purn) Muhammad Jusuf Amir dan Andi Makkasau Parenrengi.
Sejak 2010, kedua tokoh ini diusulkan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Kementerian Sosial. Setiap tahun pula, tim ini melakukan verifikasi di Sulsel.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulsel Gemala Fauza mengaku, sudah mengusulkan dua nama tersebut sejak 2010.
Namun belum disetujui. Padahal, kata Gemala, keduanya dianggap sudah sangat layak untuk dianugerahi pahlawan nasional.
"Kalau kelayakan, sudah sangat layak. Bahkan saat ini sudah beberapa gedung atau tempat sudah mengabadikan nama keduanya," kata Gemala, Sabtu (7/11/2020).
Sulawesi Selatan sudah tidak pernah mendapat penganugerahan untuk pahlawan nasional sejak tahun 2006.
Baca Juga: Bernilai Rp1,9 Triliun, Waskita Garap Gedung Ikonik Pinisi di Makassar
Namun memang, kata Gemala, untuk gelar pahlawan nasional tidaklah mudah. Karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi.
Belum lagi semua daerah berlomba-lomba mengusulkan tokohnya masing-masing.
"Akan tetapi verifikasi dan bukti kepahlawanan sudah kita serahkan ke tim peneliti, pengkaji gelar Kementerian Sosial. Kita tidak tahu apa masalahnya, karena yang putuskan kan Kementerian sosial," tambahnya.
Asal diketahui, Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir atau lebih dikenal dengan nama Jenderal M Jusuf adalah salah satu tokoh militer Indonesia yang sangat berpengaruh dalam sejarah kemiliteran Indonesia.
Jusuf lahir di Kajuara, Bone, Sulawesi Selatan pada 23 Juni 1928 dan meninggal pada 8 September 2004 pada umur 76 tahun.
Ketika para pemimpin nasionalis, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Jendral Jusuf menunjukkan dukungannya dengan bergabung dengan Devosi Rakyat Indonesia dari Sulawesi (KRIS).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
Terkini
-
BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Cerminkan Kinerja dan Fundamental Kuat
-
BRI Ekspansi ke Timor Leste, Pegadaian Siap Layani UMKM
-
Kabid Propam Polda Sulsel Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga 'Bekingi' Sengketa Lahan
-
Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa
-
Ditolak KUA, Ayah Tetap Nikahkan Anak di Bawah Umur dengan Pria 71 Tahun di Luwu