SuaraSulsel.id - Kasus meninggalnya Athiqotul Mahya atau biasa disapa Bunda Maya, guru mengaji di Cibinong terungkap.
Pelaku pembunuhan adalah KA, suami dari pembantu di rumah Bunda Maya.
Motif pembunuhan Bunda Maya karena pelaku sakit hati ditagih hutang. Pembunuh, KA sakit hati ditagih utang Rp 1 juta.
Sehingga Bunda Maya pun dibunuh dengan sadis.
Pembunuhan itu terungkap setelah mayat Bunda Maya ditemukan membusuk di dalam sumur beton rumahnya sendiri di Cibinong.
Kapolsek Cibinong Polres Bogor AKP I Kadek Vemil menuturkan, dugaan kasus ini terjadi dengan motif sakit hati.
Menurut Vemil, pembunuh masuk ke rumah korban pada Minggu (1/11/2020) malam melalui jendela.
Begitu berhasil masuk, KA kemudian menyekap mulut korban hingga terjatuh.
Selepas itu, korban dibuat tak berdaya hingga sekarat. Bunda Maya dipukul dan ditendang.
Baca Juga: Bunda Maya Dibunuh karena Tagih Utang Rp 1 Juta ke Suami Pembantunya
Dalam keadaan hidup, Bunda Maya pun dibuang ke sumur beton.
"Motifnya ini sakit hati," ujar Vemil di Polsek Cibinong, Rabu (4/11/2020).
Bunda Maya tewas mengenaskan. Mayatnya ditemukan di dalam sumur beton rumahnya dengan keadaan tidak memakai busana.
Ketua RT 05 Richan (50 tahun) mengungkapkan, saat pertama kali ditemukan jasad wanita dua anak itu sudah membengkak.
Bunda Maya sebelumnya dikabarkan hilang oleh suaminya pada Minggu (1/11/2020) pukul 22.00 WIB.
Suami Bunda Maya, Muhammad Kurniawan dan warga sempat melakukan pencarian. Namun, hingga Senin (2/11), mereka tak kunjung menemukan Bunda Maya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta