SuaraSulsel.id - Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Makassar, Awang Darmawan, mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh bahaya penularan Covid-19.
Ia menegaskan jika Covid-19 merupakan wabah yang nyata dan bukan konspirasi atau rekayasa.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 28 September 2020, saat ini ada sekitar 10.473 orang di Indonesia meninggal dunia akibat penyakit ini.
"Covid-19 ini nyata dan tak kasat mata. Ia bukan konsipirasi atau rekayasa. Olehnya, kita tak boleh menganggap remeh virus ini dengan selalu menerapkan protokol kesehatan," katanya, Jumat (2/10/2020).
Awang pun mengajak masyarakat selalu mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan selama beraktivitas di luar rumah.
Ketiga trisula pencegahan itu saat ini terus dikampanyekan oleh MCCC Makassar.
Kampanye dilakukan oleh relawan MCCC Makassar dengan mengedukasi langsung masyarakat tentang protokol kesehatan dan memasang poster-poster edukasi di lorong-lorong, masjid, pasar, swalayan, dan fasilitas publik lainnya.
"Pesan yang paling utama yang kami sampaikan dalam kampanye ini adalah penggunaan masker untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, Sebaik-baik vaksin saat ini adalah masker. Dengan memakai masker, insya Allah kita bisa terbebas dari penularan virus Covid-19," jelasnya.
Awang menyatakan, pihaknya juga mengajak sejumlah komunitas dan organisasi kepemudaan untuk ikut terlibat dalam kampanye edukasi Covid-19 ini. Dengan begitu, ia berharap lebih banyak masyarakat yang teredukasi dan ikut menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.
Baca Juga: Tambah 1.098 Pasien Hari Ini, Jumlah Positif Corona DKI Capai 76.619 Kasus
"Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut terlibat dalam kerja-kerja kemanusiaan ini. Karena, dibutuhkan kerjasama semua pihak agar pandemi ini segera berlalu," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Kasus Kekerasan Mahasiswi Kaltara di Makassar, Gubernur: Tangkap Pelaku, Jangan Pojokkan Korban!
-
Gunung Awu Sangihe Menggeliat, Gempa Vulkanik Dangkal Meningkat
-
Sabu Rp2,7 Miliar Lolos Tiga Bandara Besar, Keamanan Bandara Indonesia Disorot
-
Skandal Hukum Baznas Enrekang: Kejari Ngotot Banding di Tengah Isu Pemerasan Rp2 Miliar
-
20 Tahun Duduki Fasum, 16 Lapak PKL di Samping Tol Dibongkar