SuaraSulsel.id - Sejumlah siswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat berdemo, para siswa membawa spanduk bertuliskan 'Selain Kangen Mantan Saya Juga Kangen Sekolah'.
Selain itu ada juga siswa yang membawa spanduk bertulisan 'Cukup Dunia Percintaan yang Digantung Kalau Dunia Pendidikan Jangan #Stop Tipu-tipu#.
Mengutip dari akun instagram Palopo_Info, demo siswa disebut digelar Selasa (8/9/2020).
Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel Hery Sumiharto mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan adanya aksi demo yang dilakukan siswa-siswa di Luwu Utara.
Namun, di sisi lain ia juga mendukung antusias para murid-murid yang ingin cepat belajar secara tatap muka.
"Kan dia mau tatap muka toh. Iya, dia tuntut untuk belajar tatap muka," kata Hery kepada Suarasulsel.Id, Rabu (9/9/2020).
Hery menjelaskan, tuntutan para murid di Kabupaten Luwu Utara,sejatinya sudah bisa dikabulkan. Hanya saja, untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka di sekolah harus memenuhi sejumlah syarat.
Syarat yang harus dipenuhi pihak sekolah adalah wajib menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan sarana seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, jaga jarak, memakai masker, melakukan sosialisasi dan mendapat dukungan dari orang tua murid.
"Pak Gubernur juga dalam suratnya menyampaikan, bahwa itu fleksibel. Artinya tergantung dari kesiapan semua sekolah. Biar murid di daerah sudah siap, tapi kalau sekolahnya tidak siap," jelas Hery.
Baca Juga: Pilkada Makassar Ternoda Rasisme, Beredar Video Warga Singgung Ini
Tujuan pemenuhan syarat tersebut, lanjut Hery, tidak lain adalah untuk menghindari munculnya klaster baru saat pembelajaran tatap muka di sekolah. Apalagi, Virus Corona atau Covid-19 hingga kini masih mewabah.
"Kalau kami senang, artinya anak-anak daerah sudah mau sekali, ya kita mendukung. Tapi dengan satu syarat, keselamatan anak yang harus kita utamakan dengan kesehatan," kata dia.
"Jangan sampai kita mengiyakan keinginan anak-anak ini, tetapi tidak siap semua," Hery menambahkan.
Hery mengaku belum dapat memastikan persoalan yang dihadapi siswa yang berunjuk rasa. Sehingga menuntut pembelajaran secara tatap muka di sekolah dilakukan.
"Saya cuma tahunya bahwa mereka kepengen tatap muka, salah satunya mungkin tidak punya fasilitas daring, segala macam. Jenuh juga bisa. Mungkin itu," katanya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah
-
JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas
-
Antrean BBM Mengular di Kendari, Pertamina Tambah Pasokan Hingga 59 Persen
-
Gaji PPPK Aman! Mendagri Tito Pastikan Tak Ada Honorer Dirumahkan
-
PERADI Profesional dan Unhas Siapkan PPA, Target Lahirkan Advokat Beretika