- TP PKK Sulawesi Selatan meluncurkan Aksi Stop Stunting 2026 di 3.060 desa dan kelurahan untuk menurunkan prevalensi stunting.
- Naoemi Octarina menyampaikan bahwa program ini menargetkan 24 kabupaten dan kota pada hari Selasa, 3 November 2026.
- Kader PKK dan Posyandu dikerahkan untuk melakukan kunjungan rumah, edukasi gizi, serta pemantauan pertumbuhan anak di lapangan.
Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting
Selain memperkuat koordinasi pemerintah dan kader, TP PKK Sulawesi Selatan mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dinas Kesehatan, dan masyarakat terlibat aktif dalam pencegahan stunting.
Peran keluarga menjadi bagian penting, terutama dalam menjaga kesehatan ibu, memenuhi kebutuhan gizi anak, menerapkan pola asuh yang tepat, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dengan sasaran yang mencakup 3.060 desa/kelurahan, pelaksanaan Aksi Stop Stunting 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan pendampingan dan memperkuat upaya penurunan stunting di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Baca Juga:Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” menjadi seruan untuk mengingatkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak demi mewujudkan generasi Sulawesi Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.