- Seorang polhut bernama Padayya meninggal akibat tertimpa pohon saat memadamkan karhutla di Toraja Utara pada Rabu malam.
- Insiden maut tersebut terjadi ketika korban sedang beristirahat karena kelelahan setelah berjuang memadamkan api di hutan lindung.
- Kebakaran hutan yang melanda kawasan Nanggala tersebut telah berlangsung sejak 19 Oktober dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Almarhum adalah garda terdepan selama pemadaman di wilayah Toraja. Kami sangat kehilangan sosok terbaik," kata Kasman.
Api telah membakar kawasan hutan lindung di Kecamatan Nanggala sejak 19 Oktober 2026 dan hingga kini masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Upaya pengendalian kebakaran melibatkan tim gabungan dari KPH Saddang II, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan, serta unsur TNI dan Polri.
Berdasarkan data KPH Saddang II Toraja Utara per 26 Oktober 2026, luas hutan dan lahan yang terbakar di Kabupaten Tana Toraja mencapai 400,13 hektare.
Baca Juga:Makam Leluhur di Toraja Terbakar, Fadli Zon Murka: Biadab!
Sementara itu, di Kabupaten Toraja Utara, luas area terdampak karhutla tercatat mencapai 296 hektare.
Kebakaran di dua kabupaten tersebut menjadi bagian dari persoalan karhutla yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data BPBD Sulawesi Selatan dan SiPongi Kementerian Kehutanan, total luas kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini mencapai sekitar 1.613,67 hektare.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur