- Hudiana, siswi Sekolah Rakyat asal Aceh, pertama kali naik pesawat saat menghadiri HUT program tersebut di Makassar pada 28 Oktober 2026.
- Kementerian Sosial menyelenggarakan peringatan satu tahun Sekolah Rakyat untuk 741 siswa dari berbagai daerah guna menampilkan bakat mereka.
- Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan bagi anak kurang mampu.
Di Sekolah Rakyat tempatnya menimba ilmu di Aceh, hari-harinya dimulai sejak dini hari. Ia terbiasa bangun pukul 04.00.
Rutinitasnya diisi dengan olahraga, berdoa, belajar, hingga menjalani berbagai kegiatan yang membentuk kedisiplinan.
Bukan hanya pendidikan yang diperoleh. Kebutuhan belajar dan kehidupan sehari-hari para siswa juga ditanggung pemerintah. Dengan begitu, mereka dapat lebih fokus menuntut ilmu dan mengembangkan kemampuan.
"Dikasih makan tiga kali, dikasih sepatu, tas, baju sekolah. Semuanya dikasih," ucapnya.
Baca Juga:Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar
Berharap Bertemu Presiden Prabowo
Perjalanan Hudiana ke Makassar menjadi bagian dari peringatan satu tahun penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang digelar Kementerian Sosial (Kemensos) di GOR Sudiang.
Sebanyak 741 siswa dari berbagai daerah di Indonesia hadir secara langsung dalam kegiatan bertema "Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita" tersebut.
Mereka berkumpul untuk memperlihatkan kemampuan dan bakat yang diasah selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Bagi Hudiana, ada satu hal lain yang membuat perjalanan ini terasa istimewa. Sebelum berangkat, ia sempat mendapat kabar bahwa dirinya berkesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi
Presiden sebelumnya dijadwalkan hadir di Makassar untuk meresmikan Sekolah Rakyat. Namun, rencana tersebut batal sehingga Hudiana harus mengubur harapannya bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia itu.
Ia mengaku sedih. Meski begitu, pengalaman pertamanya naik pesawat membuat perjalanan tersebut tetap menyenangkan.
"Sedih (tidak bisa ketemu), tapi aku mau bilang terima kasih Pak Prabowo sudah bangun Sekolah Rakyat untuk kami," ungkapnya.
Ucapan itu sederhana, keluar dari seorang anak yang mungkin belum sepenuhnya memahami besarnya kebijakan pendidikan di balik sekolah tempatnya belajar.
Namun, bagi Hudiana, manfaatnya terasa nyata. Ia bisa bersekolah dan memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan