- Kualitas udara Kota Makassar pada Senin, 5 Oktober 2026 pagi berada dalam kategori sedang dengan AQI 59.
- Kondisi udara berkabut di Makassar disebabkan oleh kiriman asap akibat kebakaran hutan dan lahan dari luar daerah.
- Gubernur Sulsel mengimbau para pekerja di luar ruangan untuk memakai masker demi menghindari dampak polusi udara tersebut.
Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman juga menyoroti kondisi kualitas udara di Makassar.
Ia mengatakan polusi udara yang terpantau saat ini diduga mendapat pengaruh dari kiriman polusi dari berbagai arah.
"Kondisi kualitas udara di Makassar saat ini ada polusi ya, terdampak kiriman polusi baik dari timur maupun dari barat," kata Sudirman.
Baca Juga:MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?
Atas kondisi tersebut, pemerintah akan menyesuaikan aktivitas, terutama bagi masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.
Sudirman mengatakan imbauan penggunaan masker akan diperkuat, khususnya bagi pekerja yang beraktivitas di ruang terbuka.
"Sehingga kita harus menyesuaikan ketika ada pekerjaan. Kami imbau masyarakat yang aktivitasnya lebih banyak di luar, terutama yang mungkin berkendara seperti teman-teman dari driver ojol ataupun kemudian pekerja bangunan, proyek dan sebagainya," ujarnya.
"Kita akan buat edaran untuk memakai masker saat berada di luar," lanjutnya.
Kualitas Udara Sempat Masuk Tidak Sehat
Baca Juga:Indriyanto Nugroho Ungkap 'Musuh Tersembunyi' Bisa Hancurkan Karier Pesepak Bola Muda Indonesia
Sementara itu, BMKG menyebut kualitas udara di Kota Makassar dan sekitarnya mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan, pada periode tertentu kualitas udara terpantau masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap.
Kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di luar Sulawesi, termasuk Kalimantan, Papua, dan Maluku.
Pergerakan angin kemudian turut membawa partikel asap menuju wilayah Sulawesi Selatan.
Pola kualitas udara juga disebut cenderung memburuk mulai dini hari hingga pagi menjelang siang, sebelum berangsur membaik pada siang atau sore hari.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau memperhatikan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.