- Sopir truk berinisial IGS meninggal dunia di rumah sakit setelah dibakar bosnya sendiri berinisial IPCP di Karangasem, Bali.
- Peristiwa pembakaran tersebut dipicu emosi pelaku karena korban memberikan uang setoran kerja yang dianggap terlalu sedikit.
- Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial IPCP dan saat ini telah diamankan di Polsek Selat untuk proses hukum.
SuaraSulsel.id - Sopir truk berinisial IGS (20) meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) usai dibakar oleh bosnya sendiri di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.
Korban menghembuskan napas terakhir setelah dirawat intensif di RSUP Prof Ngoerah, Kota Denpasar selama sepekan atau sejak tanggal 18 September 2026.
Kepala Desa Muncan, Kecamatan Selat, Wayan Tunas, mengatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WITA.
"Iya betul, tadi dikonfirmasi jam 08.00 WITA (meninggal dunia)," kata Tunas saat dikonfirmasi.
Korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Tetapi kondisi korban terus menurun kendati sudah menjalani beberapa kali tindakan medis termasuk operasi dan korban sudah menjalani operasi kedua.
"Sudah operasi kedua. Kemarin operasi di leher katanya," imbuhnya.
Pihak keluarga berencana membawa jenazah pulang setelah rangkaian upacara adat di desa selesai, dan kemungkinan setelah 30 September 2026.
Selain itu, ia mengatakan pengobatan korban terkendala biaya karena tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Kemudian, pihak keluarga dan warga menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan korban selama menjalani perawatan.
"Karena tidak ditanggung BPJS karena akibat perbuatan pidana," jelasnya.
Dia menyebut dana yang berhasil dikumpulkan sekitar Rp85 juta yang berasal dari sumbangan warga, teman-teman, dan bantuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menyampaikan, Wapres Gibran memberikan bantuan Rp25 juta. Bantuan tersebut diserahkan melalui ajudan pribadi Wakil Presiden.
"Pak Gibran memberikan donasi Rp25 juta," ujar Tunas.
Ia mengatakan biaya perawatan korban berdasarkan informasi dari rumah sakit pada Kamis (24/9/2026) telah mencapai sekitar Rp88 juta.
Sebelumnya, seorang pemuda berinisal IGS (20) yang merupakan seorang sopir, menjadi korban penganiayaan atau diduga disiram menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan kamar korban terbakar hingga korban mengalami luka bakar 40 persen.
Sementara, pelaku penganiayaan diketahui berinisial IPCP (37) dan berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian setelah melakukan penganiayaan tersebut.