Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas wajib diimbangi penguatan simpul logistik darat, integrasi data, dan depo penyangga agar rantai pasok tidak terhambat.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 24 September 2026 | 14:30 WIB
Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
Suasana bongkar muat kapal logistik di pelabuhan. [Dok Pelindo]
Baca 10 detik
  • Pakar logistik UGM dan ITL Trisakti menyatakan peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas nasional pada September 2026 harus diimbangi penguatan simpul darat.
  • TPK Merauke menghadapi kendala kapasitas gudang dan depo di luar pelabuhan sehingga PT SPIL dan Pelindo menyiapkan revitalisasi serta fasilitas penyangga.
  • Pelindo di TPK Makassar, Ambon, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjaga koordinasi pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik peti kemas.

SuaraSulsel.id - Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan simpul logistik di sisi darat. Hal ini perlu dilakukan agar percepatan bongkar muat tidak justru memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM, Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. Menurutnya, peningkatan layanan logistik tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga integrasi data, kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan regulasi.

Pakar manajemen logistik dan rantai pasok itu mengatakan volume arus peti kemas nasional mengalami pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat penguatan kapasitas dan keterhubungan antarsimpul menjadi semakin penting. “Hambatan pada satu simpul akan berdampak pada simpul lainnya,” ujar saat dihubungi Jumat (11/9/2026).

Karena itu, Kuncoro mendorong integrasi data antara terminal, perusahaan pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah. Pemanfaatan National Logistics Ecosystem (NLE) juga perlu terus dioptimalkan agar pergerakan informasi dapat mengikuti bahkan mendahului pergerakan barang.

Baca Juga:Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya

“Yang diidealkan itu aliran informasi mestinya setiap saat bahkan kalau bisa mendahului aliran barang,” katanya.

Selain integrasi sistem informasi, Kuncoro menilai pengembangan angkutan barang berbasis kereta api perlu diperkuat sebagai alternatif distribusi menuju pelabuhan. Pengembangan moda tersebut juga dapat mendukung upaya penanganan kendaraan over dimension over load (ODOL) di jalur darat.

Pandangan mengenai pentingnya keterhubungan antarsimpul juga disampaikan praktisi kepelabuhanan serta logistik dari Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, Wahyono Bimarso. Menurutnya, kemampuan terminal peti kemas di Indonesia pada dasarnya sudah semakin baik dan memenuhi standar internasional. Namun, peningkatan produktivitas di dalam terminal tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diikuti kesiapan fasilitas setelah kontainer keluar dari pelabuhan.

"Terminal peti kemas kita sebenarnya sudah berstandar internasional. Persoalan utama justru muncul setelah kontainer keluar dari pelabuhan. Kecepatan bongkar muat tidak akan berdampak maksimal apabila depo, gudang, jalan, dan sistem distribusi di sisi darat tidak berkembang dengan kecepatan yang sama,” ujar Wahyono saat dihubungi Rabu (9/9/2026).

Pria yang juga Kaprodi Teknik Kelautan ITL Trisakti ini mencontohkan kondisi di Merauke. Meskipun fasilitas pelabuhan dinilai sudah memadai, keterbatasan lapangan penumpukan dan gudang di belakang pelabuhan masih menjadi persoalan.

Baca Juga:25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan

"Pelabuhannya sudah bagus, peralatannya lengkap, tetapi dari sana belum ada lapangan penumpukan atau gudang di belakang pelabuhan," katanya.

Menurut Wahyono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas terminal perlu direncanakan bersama dengan kesiapan simpul logistik lainnya. Jika tidak, antrean dan kepadatan berpotensi berpindah dari terminal menuju depo, trucking, gudang maupun jaringan jalan.

Produktivitas Terminal

Dari sisi pelayaran, peningkatan kapasitas dan produktivitas terminal tetap dinilai penting untuk mendukung efisiensi operasional kapal. Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko, mengatakan produktivitas terminal peti kemas saat ini sebenarnya sudah cukup baik. Namun, peningkatan kapasitas dermaga dan kedalaman alur tetap diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik kapal.

“Semakin lancar bongkar muat, maka akan semakin efisien dan efektif waktunya dan shipping line akan senang. Waktu sandar di Pelabuhan Tanjung Emas cepat, bongkar cepat, memuat cepat dan bisa menuju ke pelabuhan berikutnya sesuai schedule,” ujarnya.

Peningkatan produktivitas di terminal harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas penyangga di luar terminal. Dalam konteks tersebut, depo kontainer memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini