- Muhammad Riyal dan lulusan sarjana lainnya berjuang mencari pekerjaan tetap melalui bursa kerja Makassar pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- BPS mencatat persentase penduduk miskin Indonesia dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan pada periode Maret 2026.
- Mayoritas penduduk bekerja di sektor informal karena keterbatasan pilihan pekerjaan yang layak serta rentan terhadap guncangan ekonomi.
Tetapi angka kemiskinan, seperti halnya angka statistik lainnya, tidak selalu mampu menceritakan seluruh kehidupan orang yang berada di belakangnya.
Sebab, seseorang yang tidak lagi masuk kategori miskin belum tentu hidup dalam kondisi ekonomi yang aman.
Dan seseorang yang bekerja belum tentu memiliki pendapatan yang cukup untuk membuat hidupnya stabil.
Pekerjaan Ada, Kepastian Belum Tentu
Baca Juga:Ironi Lulusan SMK di Sulsel: Disebut 'Siap Kerja', Tapi Dominasi Angka Pengangguran
Di Makassar, Riyal bukan satu-satunya anak muda yang sedang menunggu kesempatan.
Nur Fadhilah, 23 tahun juga datang ke bursa kerja yang sama.
Lulusan Teknik Komputer Universitas Negeri Makassar tahun 2025 itu membawa pengalaman yang hampir serupa.
Berulang kali ia mengirim lamaran, tetapi belum mendapatkan pekerjaan tetap.
"Sebenarnya sudah banyak kirim lamaran kerja, tapi belum rezeki," ucapnya.
Baca Juga:Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen, 170 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Ia berharap kegiatan seperti bursa kerja diperbanyak. Bagi lulusan baru seperti dirinya, kesempatan bertemu langsung dengan perusahaan menjadi salah satu jalan untuk keluar dari antrean panjang pencari kerja.
Namun, tidak semua orang memiliki kemewahan untuk menunggu.
Andri Saputra, 19 tahun misalnya.
Lulusan SMK jurusan Teknik Pembangunan itu memilih menjadi pengemudi ojek daring.
Bukan karena pekerjaan tersebut merupakan cita-citanya.
Ia hanya merasa tidak punya banyak pilihan.