Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang

Jarak pandang turun hingga di bawah 70 meter akibat asap kebakaran hutan dan lahan

Muhammad Yunus
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:39 WIB
Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang
Kondisi Bandara Douw Aturure Nabire pada Jumat (21/8/2026) sore yang tertutup asap [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-UPBU Bandara Nabire]
Baca 10 detik
  • Bandara Douw Aturure Nabire membatalkan dua penerbangan pada 21 Agustus 2026 akibat asap kebakaran lahan warga.
  • Plt Kepala UPBU Alrido Simanjuntak menyatakan jarak pandang turun drastis di bawah 70 meter sehingga bandara ditutup sementara.
  • Petugas pemadam kebakaran bandara berupaya menyemprot air untuk mencegah api merambat ke area landasan pacu.

SuaraSulsel.id - Jarak pandang turun hingga di bawah 70 meter akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan pihak Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, membatalkan dua penerbangan pada Jumat 21 Agustus 2026.

Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire Alrido Simanjuntak di Nabire, mengatakan dua penerbangan terdampak, yakni Nam Air rute Nabire-Makassar dan Wings Air rute Timika-Nabire.

"Jarak pandang tadi sudah kabur di bawah 70 meter, padahal jarak pandang untuk penerbangan seharusnya 5 kilometer. Karena kondisi tersebut, ada dua penerbangan yang terdampak akibat asap ini," katanya.

Nam Air yang dijadwalkan berangkat dari Nabire menuju Makassar sekitar pukul 15.30 WIT dibatalkan, sedangkan Wings Air dari Timika ke Nabire yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 16.00 WIT juga terdampak.

Baca Juga:Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar

Menurut Alrido, kondisi tersebut membuat Bandara Douw Aturure ditutup sekitar pukul 15.30 WIT untuk mengutamakan keselamatan penerbangan, penumpang dan awak pesawat.

Ia mengatakan jarak pandang mulai membaik setelah lebih dari satu jam menjadi sekitar 100 meter, tetapi belum cukup untuk memastikan operasional penerbangan kembali normal.

"Untuk besok saya belum bisa memastikan. Petugas pemadam masih berusaha menjaga agar api tidak meluas ke area bandara," ujarnya.

Ia menjelaskan asap berasal dari kebakaran lahan warga di sekitar kawasan bandara. Titik kebakaran berada sekitar 70 meter dari pagar perimeter bandara, sementara asap masuk ke area bandara.

"Kalau apinya tidak masuk karena teman-teman dari unit pemadam kebakaran berusaha menjaga api agar tidak masuk ke daerah runway. Asapnya yang masuk," katanya.

Baca Juga:53 Titik Api Kepung Sulawesi Selatan, Kebakaran di Gowa hingga Enrekang

Petugas pemadam kebakaran bandara terus melakukan penyemprotan air pada tumbuhan di sepanjang pagar perimeter untuk mencegah api merambat ke dalam kawasan bandara.

Sebelum kondisi memburuk, pihak bandara mengimbau masyarakat melalui kepala desa, lurah, serta tempat ibadah agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Ia mengatakan aktivitas penerbangan pagi hingga siang hari berlangsung aman. Gangguan hanya terjadi pada penerbangan sore akibat penurunan jarak pandang.

Dalam kondisi normal, Bandara Douw Aturure Nabire melayani sekitar 40 pergerakan pesawat atau 20 hingga 25 penerbangan setiap hari, mulai pukul 06.30 WIT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini