- Paramitha asal Wajo hilang dalam perjalanan ke Morowali pada 22 Juli 2024 sebelum akhirnya ditemukan menjadi kerangka di jurang Morowali.
- Polisi menangkap sopir travel bernama Alber di Mamuju pada 5 Agustus 2026 setelah sempat buron ke hutan Papua.
- Pelaku mengaku membunuh korban menggunakan kunci roda karena sakit hati, lalu membuang jasad serta mengambil harta benda korban.
SuaraSulsel.id - Dua tahun menjadi teka-teki bagi keluarga Paramitha Titania Angelica.
Perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, itu tiba-tiba hilang setelah berangkat ke Morowali, Sulawesi Tengah untuk bekerja.
Keluarga sempat mencari keberadaan Mitha melalui media sosial.
Berbagai kemungkinan dicoba untuk menemukan perempuan tersebut. Namun, pencarian itu tak kunjung membuahkan hasil.
Baca Juga:Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
Hingga akhirnya, misteri itu terkuak.
Mitha ternyata telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan dalam kondisi tinggal tengkorak di dasar jurang sedalam sekitar 60 meter di wilayah Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Polisi memastikan Mitha merupakan korban pembunuhan. Orang yang diduga berada di balik kematiannya adalah Alber, sopir travel yang mengantar Mitha dari Wajo menuju Morowali.
Kapolres Wajo, AKBP Douglas Mahendrajaya mengatakan kasus tersebut mulai menemukan titik terang setelah polisi berhasil mengetahui keberadaan Alber.
Pelaku ditangkap pada 5 Agustus 2026 di sebuah rumah kerabatnya di Dusun Mao, Desa Buttutada, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Baca Juga:Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
"Alber ini orang yang terakhir kali terlihat bersama korban. Dia berhasil kita tangkap di Mamuju, Sulawesi Barat setelah sempat melarikan diri ke hutan Papua," kata Douglas, Senin, 10 Agustus 2026.
Pelarian Alber disebut cukup panjang. Polisi menyebut pria tersebut sempat bersembunyi di kawasan hutan Papua selama lebih dari satu tahun untuk menghilangkan jejak.
Setelah merasa situasinya mulai aman, Alber kemudian berpindah tempat dan tinggal di rumah kerabatnya di Mamuju.
Lokasi persembunyiannya juga disebut cukup terpencil. Minim jaringan telekomunikasi dan hanya memiliki satu akses jalan. Kondisi itu membuat polisi membutuhkan waktu untuk menemukan keberadaannya.
Namun, pelarian Alber akhirnya berakhir.
Berangkat Kerja, Hilang Tanpa Kabar