- Pemerintah menyusun Peraturan Presiden untuk menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat distribusi seluruh bantuan sosial.
- Sebanyak 35 ribu koperasi desa dibentuk guna mengatasi kendala distribusi dan memperkuat perekonomian masyarakat tingkat desa.
- Pemerintah juga menggagas program Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dari jeratan tengkulak.
Zulhas menyebut koperasi akan memberikan akses yang lebih mudah terhadap permodalan, pembiayaan perbankan, hingga pemasaran hasil produksi masyarakat desa.
Ia menilai selama puluhan tahun pemerintah terlalu bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, sementara potensi produksi dalam negeri belum dikelola secara maksimal.
"Selama ini kalau kita tidak bisa memenuhi produksi, ya impor saja. Beras kita pernah impor 4,5 juta ton, gula enam juta ton, garam tiga juta ton, kedelai tiga juta ton," ujarnya.
Kondisi Nelayan Disorot
Baca Juga:BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
Kondisi tersebut, kata dia, juga dialami para nelayan Indonesia yang hingga kini masih hidup dalam kemiskinan. Meski negara memiliki wilayah laut yang sangat luas.
Menurut Zulhas, sebagian besar nelayan masih terjebak dalam rantai tengkulak. Karena tidak memiliki akses modal maupun fasilitas penyimpanan hasil tangkapan.
Akibatnya mereka terpaksa menjual ikan dengan harga murah agar tidak membusuk, lalu kembali berutang kepada tengkulak untuk membiayai aktivitas melaut.
"Nelayan kita itu rajin, dia melaut dapat ikan banyak. Begitu sampai di darat, bapak lihat nilai tukar nelayan Rp103,-. Miskin. Bukan miskin lagi, sangat miskin. Nilai tukarnya miskin. Kalau tidak dikasih sembako, gak makan dia. Kalau tidak dibantu uang, gak sekolah dia anaknya saking miskinnya. Apa dia nggak rajin? Dia rajin, tapi tidak mendapat keberpihakan yang jelas," katanya.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat mayoritas nelayan masih berada pada kelompok masyarakat miskin atau desil satu dan desil dua.
Baca Juga:BRIvolution Reignite Percepat Transformasi, Perkokoh Kontribusi Danantara untuk Ekonomi Nasional
Di sisi lain, nelayan dari Thailand, Vietnam, hingga Tiongkok justru mampu menguasai perairan Indonesia.
Mengacu pada data Kementerian Kelautan dan Perikanan, potensi pencurian ikan di perairan Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp200 triliun setiap tahun.
Karena itu, pemerintah juga menggagas program Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, cold storage, bantuan kapal hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Kata Zulhas, seluruh program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi masyarakat kecil agar tidak lagi bergantung pada tengkulak maupun rantai distribusi yang panjang.
"Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Karena itu Kopdes Merah Putih kita siapkan menjadi infrastruktur pemerintah sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat desa," tegasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing