- Dokter muda Siti Zahra ditemukan meninggal dunia di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada 26 Juli 2026.
- Kepolisian bersama Kementerian Kesehatan saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
- Jenazah almarhumah telah diterbangkan ke Makassar dan dimakamkan di TPU Kandea pada Senin, 27 Juli 2026.
Ditemukan meninggal di apartemen
Peristiwa yang merenggut nyawa Siti Zahra terjadi di Tower Sakura Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi kepolisian, korban ditemukan di area dak lantai bawah apartemen setelah diduga terjatuh dari lantai 18.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.10 WIB ketika petugas keamanan mendengar suara benturan keras dari sekitar Tower Sakura.
Baca Juga:Waspadai Tanda-tanda yang Mengarah pada Masalah Katup Jantung
Setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pancoran.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mensterilkan area, serta memeriksa unit apartemen yang diduga menjadi lokasi terakhir korban sebelum ditemukan.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Polisi juga belum menyampaikan hasil pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) maupun hasil pemeriksaan medis yang dapat menjelaskan penyebab pasti kematian korban.
Baca Juga:Begal Serang Dokter Asal Makassar Pakai Setrum Jadi Tersangka
Kemenkes lakukan penelusuran
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter muda tersebut.
Ia menegaskan Kementerian Kesehatan masih melakukan penelusuran secara menyeluruh sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian Siti Zahra.
"Saya sedih sekali kenapa internship ini seperti ini. Saya sudah concern sebelumnya jangan ada lagi yang meninggal," kata Budi.
Menurut Budi, hasil penelusuran sejauh ini belum dapat menyimpulkan adanya hubungan antara peristiwa tersebut dengan dugaan perundungan, beban kerja, maupun persoalan kesehatan jiwa tertentu.
Sebagai langkah awal, Kemenkes akan meminta seluruh peserta Program Internsip Dokter Indonesia maupun Program Pendidikan Dokter Spesialis kembali menjalani skrining kesehatan jiwa.