- Munafri Arifuddin dan Ilham Arief Sirajuddin bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
- Steering Committee akan memverifikasi keabsahan surat dukungan untuk memastikan kesesuaian mekanisme partai sebelum Musda XI dilaksanakan.
- Musda XI Golkar Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 di Hotel Claro, Kota Makassar.
"Ada verifikasi di tahapan. Ada. Soal caranya, nanti itu urusan internal," ucapnya.
Pernyataan SC ini muncul setelah Ketua DPD II Partai Golkar Takalar, Zulkarnaen Alrif menyatakan kubu Appi menguasai 20 surat dukungan yang dinilainya sah.
Menurut Zulkarnaen, dukungan tersebut merupakan hasil rapat pleno masing-masing DPD dan telah dilengkapi materai, tanda tangan asli, serta stempel organisasi.
"Surat dukungan itu hasil pleno. Ada materai dan tanda tangan basah," ujarnya.
Baca Juga:Siap Rebut Kursi Ketua Golkar Sulsel, IAS Bawa Pasukan Besar ke Kantor DPD I
Ia juga mengklaim sejumlah DPD yang sebelumnya mendukung calon lain telah mengalihkan dukungan kepada IAS setelah adanya diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Zulkarnaen bahkan menegaskan akan menempuh jalur hukum apabila surat dukungan yang mereka serahkan nantinya tidak diakui oleh Steering Committee.
"Kalau tindakan SC bertentangan dengan aturan, maka kita ke pengadilan. Biar pengadilan yang memutuskan," tegasnya.
Musda XI Partai Golkar Sulsel dijadwalkan digelar pada 18 Juli 2026.
Forum tersebut akan menentukan nahkoda baru DPD I Golkar Sulsel untuk periode 2026-2031.
Baca Juga:Persaingan Appi vs IAS Memanas! Bahlil Akan Buka Musda Golkar Sulsel
Diketahui, sesuai aturan Musda, setiap calon harus memperoleh dukungan sekurang-kurangnya 30 persen dari pemegang hak suara yang dibuktikan dengan surat dukungan.
Dalam struktur pengambilan keputusan, terdapat total 30 suara yang memiliki hak pilih dalam Musda Golkar Sulsel.
Suara tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari DPD II, organisasi sayap, hingga unsur dewan pertimbangan dan organisasi pendiri partai.
DPD II menyumbang porsi terbesar dengan 24 suara. Sisanya berasal dari DPD I, organisasi sayap, serta unsur pendukung lainnya.
Untuk dapat maju sebagai calon ketua, seorang kader harus mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total suara, atau sekitar delapan suara.
Persyaratan inilah yang kini menjadi sorotan setelah hampir seluruh DPD II Partai Golkar di Sulawesi Selatan menyatakan dukungannya kepada IAS.