Baca 10 detik
- Peneliti Universitas Hasanuddin menciptakan inovasi pengolahan gula aren alami yang lebih efisien di Sulawesi Selatan sejak tahun 2016.
- Teknologi baru tersebut mampu memangkas waktu produksi hingga lima puluh persen tanpa menggunakan bahan tambahan atau pengawet kimia.
- Tim peneliti berhasil memproduksi empat varian gula aren berkualitas dengan izin edar resmi dari BPOM untuk perluasan pasar.
Sertifikat izin edar BPOM diserahkan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) yang diselenggarakan BPOM RI bekerja sama dengan Unhas.
Keberhasilan ini menjadi salah satu contoh hilirisasi riset Unhas yang tidak hanya menghasilkan inovasi akademik, tetapi juga menciptakan produk pangan berbasis sumber daya lokal yang memiliki daya saing, bernilai tambah tinggi, dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pelaku usaha gula aren di Sulawesi Selatan.