- Tim teknis menyatakan struktur baja Masjid Raya Baitul Khairaat Palu aman pascagempa 6,7 magnitudo pada 16 Juni 2026.
- Pemeriksaan menyeluruh melibatkan kontraktor dan vendor untuk memastikan seluruh komponen bangunan tidak mengalami kerusakan struktural berarti.
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan melanjutkan analisis teknis guna memastikan standar keamanan bangunan tetap terjaga secara optimal.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyebut struktur baja space frame Masjid Raya Baitul Khairaat Palu dalam kondisi aman dan stabil berdasarkan hasil inspeksi awal yang dilakukan pascagempa magnitudo 6,7 pada 16 Juni 2026.
“Tim teknis telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap elemen-elemen utama struktur, mulai dari sambungan, batang struktur, titik pertemuan atau joint, hingga komponen lain yang berpotensi terdampak akibat guncangan gempa,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah Andi Ruly Djanggola dalam keterangannya di Palu, Jumat (26/6).
Ia menjelaskan inspeksi dilakukan atas permintaan Dinas Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap kondisi struktur masjid yang menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah tersebut.
Menurut dia, pemeriksaan dilaksanakan sebagai langkah tindak lanjut untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur bangunan pascagempa.
Baca Juga:285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
Kegiatan inspeksi melibatkan berbagai pihak, di antaranya kontraktor pelaksana PT PP (Persero) Tbk, tim Manajemen Konstruksi (MK), serta vendor dan subkontraktor pekerjaan space frame, PT Geasindo Teknik Prima.
Andi Ruly mengatakan tim teknis melakukan pemeriksaan secara detail terhadap seluruh elemen utama struktur baja space frame guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat mempengaruhi keamanan bangunan.
“Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak terdapat kerusakan maupun gangguan struktural yang dapat mempengaruhi fungsi dan tingkat keamanan bangunan,” ujarnya.
Sebagai pihak yang menangani pekerjaan space frame, PT Geasindo Teknik Prima turut melakukan asesmen teknis secara langsung terhadap kondisi struktur.
Berdasarkan hasil pengamatan awal tim ahli, struktur space frame Masjid Raya Baitul Khairaat tidak menunjukkan indikasi kerusakan yang berpotensi mempengaruhi kinerja maupun stabilitas konstruksi.
Baca Juga:Pasca Gempa: Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Jembatan III Palu
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa struktur space frame masih berada dalam kondisi baik dan stabil.
Tidak ditemukan indikasi kerusakan yang dapat mengurangi kemampuan struktur dalam menjalankan fungsinya sebagaimana direncanakan.
Meski demikian, proses evaluasi belum sepenuhnya rampung. Tim teknis masih melakukan analisis lanjutan sebagai bagian dari prosedur asesmen pascagempa untuk memastikan seluruh komponen struktur memenuhi standar keamanan dan keselamatan yang dipersyaratkan.
Laporan resmi hasil pemeriksaan dan asesmen akan disusun oleh PT Geasindo Teknik Prima dan disampaikan kepada PT PP (Persero) Tbk sebelum diteruskan kepada Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah setelah seluruh tahapan evaluasi selesai dilaksanakan.
Andi Ruly menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan strategis, khususnya fasilitas publik yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Karena itu, pemantauan dan evaluasi berkala akan terus dilakukan agar kondisi struktur Masjid Raya Baitul Khairaat tetap terjaga dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku,” katanya.