21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?

IAS setidaknya harus mengantongi dukungan 30 persen atau minimal sembilan suara

Muhammad Yunus
Kamis, 25 Juni 2026 | 21:10 WIB
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
Ilham Arief Sirajuddin usai mendapatkan rekomendasi diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • DPP Partai Golkar menerbitkan surat diskresi pada 24 Juni 2026 untuk mengizinkan Ilham Arief Sirajuddin maju dalam Musda Sulsel.
  • Ilham Arief Sirajuddin wajib mengumpulkan dukungan minimal sembilan suara dalam waktu dua pekan agar dapat resmi menjadi calon.
  • Persaingan Musda Golkar Sulsel semakin ketat karena kubu Munafri Arifuddin mengklaim tetap solid memegang dukungan mayoritas pemilik suara daerah.

Menurutnya, diskresi tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus merawat soliditas partai.

"Amanah dan kepercayaan melalui diskresi yang diberikan Ketua Umum Partai Golkar sangat saya syukuri sebagai tanggung jawab untuk terus menjaga soliditas dan kebesaran partai," ujarnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh kader Golkar agar setiap langkah yang diambil dapat membawa manfaat bagi partai dan masyarakat.

Hingga kini, jadwal pelaksanaan Musda Golkar Sulsel masih belum ditetapkan. DPP belum memberikan sinyal pasti kapan forum penentuan nahkoda baru Partai Golkar Sulsel itu akan digelar.

Baca Juga:Pertarungan Senior vs Muda di Golkar Sulsel: Siapa yang Akan Direstui Bahlil?

Padahal sebelumnya, kontestasi Musda Golkar Sulsel telah memunculkan sejumlah nama kuat.

Pada fase awal penjaringan, dukungan mayoritas DPD II diketahui mengarah kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi. Bahkan hingga kini, kubu Appi mengklaim masih menguasai dukungan mayoritas pemilik suara.

Di tengah dominasi tersebut, muncul pula nama Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari yang sempat dipandang sebagai jalan tengah di antara berbagai kepentingan yang berkembang di internal partai.

Namun, Andi Ina juga gagal memenuhi syarat dukungan minimal untuk maju sebagai calon ketua. Situasi itulah yang kemudian membuka ruang bagi DPP untuk menggunakan kewenangan diskresi dan memberikan kesempatan kepada IAS.

Saat dimintai tanggapan terkait keputusan DPP tersebut, Andi Ina memilih irit bicara.

Baca Juga:Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan

"No comment," ujarnya singkat.

Sementara itu, kubu Munafri Arifuddin menegaskan bahwa dukungan terhadap Appi tetap solid dan tidak terpengaruh oleh munculnya diskresi untuk IAS.

Ketua DPD II Golkar Gowa, Ambas Syam mengatakan sebanyak 21 DPD II Golkar kabupaten/kota yang telah menyatakan dukungan kepada Munafri hingga kini masih bertahan pada pilihan mereka.

Menurutnya, dukungan tersebut justru semakin menguat menjelang pelaksanaan Musda.

"Tetap solid. Kami ini bahkan tambah solid. Sudah ada yang menelepon untuk kami pindah pilihan, tapi kami tetap mendukung penuh Pak Appi," tegas Ambas.

Ia juga menyambut baik keinginan DPP agar Musda Golkar Sulsel dapat berlangsung secara aklamasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini