Lulusan SMA Unggulan Makassar Jual Es Kopi Keliling: Kisah Wahyudi dan Mimpi yang Tertunda

Saat teman-teman seangkatannya sibuk mempersiapkan diri menjadi mahasiswa baru, Wahyudi justru memilih bekerja

Muhammad Yunus
Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:18 WIB
Lulusan SMA Unggulan Makassar Jual Es Kopi Keliling: Kisah Wahyudi dan Mimpi yang Tertunda
Wahyudi, remaja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tidak bisa melanjutkan kuliah karena kondisi ekonomi [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Wahyudi, lulusan SMA di Makassar, bekerja sebagai penjual es kopi keliling untuk membantu ekonomi keluarganya sejak Juni 2026.
  • Ia memilih menunda kuliah demi membantu ayahnya membiayai kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah ketiga adik kandungnya.
  • Wahyudi menabung sebagian penghasilannya untuk mewujudkan impian mendaftar di perguruan tinggi negeri pada tahun depan secara mandiri.

Dari pekerjaan itu, Wahyudi menerima gaji Rp1,8 juta setiap bulan. Kadang-kadang ia mendapat tambahan komisi jika penjualan melebihi 25 gelas per hari.

Uang tersebut sebagian besar digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga.

"Saya kumpulkan untuk bantu bapak, beli beras dan kebutuhan adik-adik juga," ungkapnya.

Namun di balik aktivitas berjualannya, Wahyudi diam-diam masih menyimpan mimpi yang sama seperti banyak lulusan SMA lainnya. Kuliah.

Baca Juga:30 Tahun Kuasai Trotoar, Warung Legendaris Pallubasa Serigala Akhirnya Dibongkar Paksa

Sebagian penghasilannya kini mulai ia tabung untuk biaya pendidikan.

"Sisanya saya simpan untuk rencana kuliah tahun depan. Saya mau kejar beasiswa dan berusaha masuk PTN," katanya.

Ia mengaku masih optimistis.

Menurutnya, usia bukan hambatan untuk kembali mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

"Dua tahun ke depan usia saya masih cukup untuk daftar PTN. Saya mau ambil jurusan MIPA sesuai kemampuan saya waktu sekolah," tuturnya.

Baca Juga:MBG Hilang dari Sejumlah Sekolah di Kota Makassar

Perguruan tinggi negeri menjadi pilihan utama karena biaya kuliahnya relatif lebih terjangkau dibanding kampus swasta. Selain itu, peluang mendapatkan bantuan pendidikan dan beasiswa juga lebih besar.

Namun, menurut Wahyudi, biaya kuliah tidak hanya soal uang semester.

Ada biaya hidup, buku, transportasi, hingga kebutuhan lain yang tetap harus dipersiapkan.

"Walaupun PTN lebih murah, tetap butuh modal pastinya. Makanya saya pilih kumpul uang dulu sementara," katanya.

Kisah Wahyudi menjadi potret kecil dari realitas yang dihadapi sebagian lulusan SMA dan SMK di Sulawesi Selatan setiap tahun.

Data Dinas Pendidikan Sulsel mencatat jumlah lulusan SMA dan SMK pada 2026 mencapai 147.444 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini