Teror Kejahatan di Kota Makassar Kian Marak, Apa Pemicunya?

Rentetan peristiwa ini bukan hanya memunculkan kekhawatiran soal keamanan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan

Muhammad Yunus
Selasa, 05 Mei 2026 | 18:09 WIB
Teror Kejahatan di Kota Makassar Kian Marak, Apa Pemicunya?
Ilustrasi: Anggota Geng Motor [Suara.com/Ema]
Baca 10 detik
  • Kota Makassar mengalami lonjakan kasus kekerasan jalanan, perampokan, dan premanisme yang dilakukan oleh kelompok remaja selama Mei 2026.
  • Para ahli menilai kriminalitas tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi serta minimnya lapangan kerja bagi kelompok usia muda.
  • Polisi melakukan penindakan hukum dan pendekatan sosial, namun pakar menekankan perlunya solusi ekonomi untuk mengatasi akar masalah.

Praktik premanisme juga muncul dalam bentuk berbeda. Seorang juru parkir bernama Herman di kawasan Pasar Ikan sempat viral karena mematok tarif ke pengendara sebesar Rp20.000.

Ia berdalih kendaraan diparkir terlalu lama. Pihak pengelola, yakni PD Parkir Makassar Raya kemudian mencabut atributnya karena tindakan tersebut tidak sesuai aturan.

Rangkaian peristiwa ini memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa kriminalitas di Kota Makassar terus meningkat belakangan ini?

Gejala Sosial atau Kriminal Murni?

Baca Juga:Kenapa Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran?

Kriminolog Universitas Negeri Makassar, Profesor Heri Tahir menilai fenomena geng motor dan kekerasan jalanan di Makassar tidak bisa hanya dilihat sebagai tindak kriminal semata.

"Penanganannya tidak cukup hanya dari kepolisian. Ini juga menyangkut kondisi sosial masyarakat, misal pengangguran," ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Heri mengatakan dalam banyak kasus, kejahatan muncul sebagai respons terhadap tekanan ekonomi.
Ketika kebutuhan dasar sulit terpenuhi, sebagian orang mencari cara lain untuk bertahan hidup, termasuk melalui jalur yang melanggar hukum.

"Ini faktor tuntutan perut, faktor ekonomi. Hemat saya, tuntutan hidup sering menjadi pemicu ditambah jika kontrol sosial lemah," ucapnya.

Ruang Alternatif Karena Minimnya Peluang Kerja

Baca Juga:Pemkot Makassar Bentuk Relawan Khusus untuk Jemput Anak Putus Sekolah

Sosiolog Universitas Negeri Makassar, Idham Irwansyah melihat fenomena geng motor hingga praktik premanisme jalanan tidak bisa dilepaskan dari tekanan sosial-ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat perkotaan.

Ia menilai meningkatnya pengangguran dan ketidakpastian kerja telah menciptakan ruang rentan, terutama bagi kelompok muda yang belum memiliki akses stabil ke pekerjaan formal.

Kata Idham, dalam situasi seperti itu, sebagian anak muda menghadapi kondisi terjepit. Di satu sisi memiliki kebutuhan ekonomi, tetapi di sisi lain tidak memiliki cukup peluang untuk memenuhinya secara legal dan berkelanjutan.

Ketika jalur formal terasa tertutup atau sulit dijangkau, maka muncul kecenderungan mencari alternatif lain, termasuk melalui kelompok-kelompok informal seperti geng motor.

"Kelompok ini kemudian berfungsi bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga menjadi ruang alternatif untuk bertahan hidup," ujar Idham.

Ia menambahkan, kehadiran kelompok seperti geng motor kerap memberikan semacam “legitimasi sosial” di antara anggotanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini