- Nagara Institute menggelar debat publik di Makassar pada 15 April 2026 mengenai model pengelolaan BUMN melalui Danantara.
- Danantara mengelola aset negara senilai Rp14.700 triliun dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
- Para pakar mengkhawatirkan risiko penyalahgunaan wewenang dan penurunan laba BUMN yang memerlukan pengawasan transparan serta akuntabel.
Penurunan tersebut terjadi setelah pemerintah membentuk Danantara, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan keterkaitan antara dua hal tersebut.
Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait aspek pertanggungjawaban hukum. Beberapa pihak menilai posisi pengambil kebijakan di BUMN kini semakin sulit dimintai pertanggungjawaban karena adanya perubahan status penyelenggara negara.
Akbar Faizal berharap debat publik ini dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi konstruktif bagi pemerintah dan pengelola Danantara agar tata kelola BUMN ke depan menjadi lebih transparan, profesional, dan berpihak pada kepentingan negara.
“Acara ini diharapkan melahirkan poin-poin rekomendasi untuk perbaikan pengelolaan BUMN di masa depan,” katanya.
Baca Juga:Viral Napi Korupsi Asyik Ngopi di Luar Rutan, Petugas Pengawal Langsung Dicopot