800 Orang Tewas! Ini 10 Fakta Mengejutkan Laka Lantas di Sulsel

Peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) masih menjadi persoalan serius di Sulawesi Selatan

Muhammad Yunus
Selasa, 14 April 2026 | 10:09 WIB
800 Orang Tewas! Ini 10 Fakta Mengejutkan Laka Lantas di Sulsel
Ilustrasi Kecelakaan bus [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Hingga April 2026, Kota Makassar mencatat 1.508 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 74 korban meninggal dan 1.908 luka-luka.
  • Terdapat 10 titik rawan kecelakaan di Sulawesi Selatan yang menyebabkan total 2.179 insiden serta 118 korban meninggal dunia.
  • Jasa Raharja menyalurkan santunan senilai Rp31 miliar bagi korban kecelakaan sebagai dampak dari tingginya angka pelanggaran lalu lintas.

SuaraSulsel.id - Peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) masih menjadi persoalan serius di Sulawesi Selatan.

Data terbaru hingga April 2026 menunjukkan ribuan kejadian terjadi di sejumlah daerah, dengan korban luka-luka mencapai ribuan orang dan ratusan korban meninggal dunia.

Berikut 10 fakta penting tentang kondisi laka lantas di Sulsel yang perlu diketahui publik.

1. Makassar Jadi Kota dengan Kasus Laka Lantas Tertinggi

Baca Juga:Waspada! Ini Lokasi Paling Sering Makan Korban Kecelakaan di Kota Makassar

Kota Makassar menempati posisi pertama dengan 1.508 kasus kecelakaan lalu lintas hingga April 2026.

Angka ini menjadikan Makassar sebagai wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Sulawesi Selatan.

2. Enam Kecamatan di Makassar Masuk Zona Black Spot

Direktur Ditlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi menyebutkan terdapat enam kecamatan yang menjadi titik rawan kecelakaan (black spot), yaitu Kecamatan Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, Tamalate, Rappocini, dan Manggala.

Wilayah-wilayah ini menjadi fokus pengawasan dan penanganan aparat kepolisian.

Baca Juga:Viral Perwira Polda Sulsel Asyik 'Party' di THM, Tenggak Miras dan Joget Bersama Wanita

3. Biringkanaya Paling Banyak Kasus

Dari enam kecamatan tersebut, Biringkanaya menjadi wilayah dengan jumlah kecelakaan tertinggi dengan rincian 390 kejadian, 17 orang meninggal dunia, 458 orang luka-luka.

4. Ribuan Korban Luka Tercatat di Makassar

Dari total 1.508 kejadian kecelakaan di Makassar, tercatat 1.908 korban mengalami luka-luka, sementara 74 orang meninggal dunia.

5. Pelanggaran Arus Lalu Lintas Jadi Penyebab Utama

Menurut Ditlantas Polda Sulsel, salah satu penyebab terbesar kecelakaan adalah pelanggaran arus lalu lintas.

Selain itu juga dipicu oleh tidak mematuhi rambu-rambu, tidak menggunakan helm, dan kurangnya kesadaran berkendara.

6. Polisi Terapkan ETLE di 14 Titik

Untuk menekan pelanggaran lalu lintas, polisi telah menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di 14 titik kamera statis di wilayah Makassar dan Gowa.

Selain itu, petugas juga menggunakan ETLE handheld saat melakukan penindakan di lapangan.

7. Gowa dan Maros Menyusul di Posisi Kedua dan Ketiga

Selain Makassar, beberapa daerah lain juga masuk wilayah rawan kecelakaan yakni Kabupaten Gowa (Kecamatan Somba Opu) dengan 181 kejadian, 11 meninggal dunia, 237 luka-luka.

Kabupaten Maros (Kecamatan Turikale) dengan 173 kejadian, 11 meninggal dunia, 262 luka-luka.

8. Jeneponto dan Bulukumba Juga Masuk Zona Rawan

Dua daerah lain yang mencatat angka kecelakaan cukup tinggi adalah Jeneponto (Kecamatan Binamu) dengan 167 kejadian, 6 meninggal dunia, 231 luka-luka

Bulukumba (Kecamatan Gantarang) dengan 146 kejadian, 12 meninggal dunia, 212 luka-luka

9. Total 2.179 Kecelakaan di 10 Titik Rawan Sulsel

Jika digabungkan dari 10 titik rawan di empat kabupaten/kota, total tercatat 2.179 kejadian kecelakaan, 2.850 korban luka-luka, dan 118 korban meninggal dunia

10. Santunan Korban Laka Lantas Capai Rp31 Miliar

PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada korban kecelakaan dengan nilai besar, yaitu Rp14,70 miliar untuk korban meninggal dunia, Rp16,59 miliar untuk korban luka-luka.

Rp165 juta untuk cacat tetap dan santunan lainnya

Tren Kecelakaan di Sulsel Mulai Menurun

Meski angka kecelakaan masih tinggi, data Ditlantas Polda Sulsel menunjukkan tren penurunan pada 2025.

Tahun 2024: 7.884 kasus
Tahun 2025: 7.144 kasus

Artinya terjadi penurunan 740 kasus. Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia masih tinggi, mencapai 807 orang pada 2025.

Upaya Pencegahan Harus Dilakukan Bersama

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa penanganan kecelakaan lalu lintas tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya agar langkah pencegahan bisa lebih konkret, terukur, dan berdampak nyata dalam menekan angka kecelakaan di Sulawesi Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini