Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa

Akibatnya, dari puluhan ribu arsip yang tersimpan, hanya sebagian kecil yang dapat direstorasi setiap tahunnya.

Suhardiman
Jum'at, 10 April 2026 | 16:57 WIB
Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa
Arsiparis Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Sulsel memperlihatkan arsip sejak tahun 1826. (SuaraSulsel.id/Lorensia Clara)
Baca 10 detik
  • Nurdin dan Irwan merawat 40 ribu boks arsip sejarah di Dinas Perpustakaan Sulawesi Selatan sejak puluhan tahun lalu.
  • Arsiparis menghadapi risiko kesehatan, paparan bahan kimia, serta keterbatasan anggaran saat melakukan fumigasi dan restorasi dokumen tua.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat dan ASN menjadi hambatan utama dalam pengelolaan arsip sebagai memori kolektif serta sejarah daerah.

"Risikonya tinggi. Ini ada kumannya, karena kertas kan. Itulah kenapa kita harus pakai alat pelindung diri," kata Nurdin.

Setiap enam bulan sekali, ruang depo harus disterilisasi melalui proses fumigasi, atau penyemprotan bahan kimia untuk membasmi jamur dan hama. Saat proses itu berlangsung, ruangan ditutup rapat. Tidak boleh dimasuki selama dua minggu.

"Begitu dimasukkan obat, ruangan ini ditutup. Tidak boleh ada yang masuk. Dua minggu baru bisa dibuka," jelasnya.

Tak hanya itu, setiap tiga bulan, sekitar 40 ribu boks arsip harus diisi kamper satu per satu untuk mencegah kerusakan. Sebuah pekerjaan yang repetitif.

Baca Juga:Emosi Tengah Malam, Perwira Polisi di Bulukumba Diduga Aniaya Warga

Nurdin menyebut saat ini restorasi arsip atau upaya perbaikan dan penyelamatan arsip yang sudah rusak masih sangat minim sekali.

Tidak semua dokumen bisa diselamatkan dalam waktu bersamaan. Keterbatasan anggaran jadi salah satu alasannya.

"Sekarang kita harus prioritas. Arsip mana yang paling mendesak atau urgent itu kita dahulukan restorasi," katanya.

Di balik itu, ada pula kegelisahan yang perlahan tumbuh. Ia menyadari, tak banyak generasi muda yang tertarik pada dunia kearsipan. Padahal, di tangan arsiparis, sejarah diselamatkan.

"Padahal arsip itu referensi pengembangan ilmu pengetahuan. Dia sumber informasi, sumber penelitian," kata Nurdin.

Baca Juga:Ribuan PPPK Terancam Dirumahkan, Begini Tanggapan Pemprov Sulsel

Baginya, arsip bukan sekadar tumpukan kertas lama. Melainkan memori kolektif, alat bukti hukum, sekaligus sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan.

Namun tanpa perawatan, semua itu bisa hilang. Di usia pengabdiannya yang telah melewati tiga dekade, Nurdin tetap berdiri di antara boks-boks arsip itu.

Ia setia betul menjaga sesuatu yang mungkin tak lagi banyak dilihat, tapi tak pernah kehilangan makna.

Ilmu Rumit, Biaya Mahal, dan Risiko Tinggi

Di ruang lain, Irwan, arsiparis ahli madya juga menjalankan tugas yang tak kalah rumit. Ia sibuk merestorasi arsip yang telah rusak dimakan usia.

Irwan telah mengabdikan diri sejak 1992. Untuk mendalami teknik restorasi, ia bahkan pernah belajar hingga ke Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini