- DPRD Sulsel mendesak BBPJN memperbaiki sekitar 1.600 titik jalan nasional berlubang sebelum mudik Lebaran demi keselamatan pengguna jalan.
- BBPJN Sulsel telah memperbaiki banyak jalan rusak akibat curah hujan tinggi, namun kontraktor enggan merawat ruas jalan tertentu.
- DPRD meminta penyelesaian perbaikan jalan nasional prioritas sebelum mudik dan mengevaluasi kembali pengelolaan jembatan timbang.
SuaraSulsel.id - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan didesak memperbaiki jalan nasional yang berlubang. Pada sejumlah titik di wilayah Sulawesi Selatan.
Sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan ataupun kendala saat momen mudik Lebaran/Idul Fitri 1447 Hijiriah.
"Banyaknya kerusakan jalan dan berlubang itu dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan maupun menghambat aktivitas lalulintas masyarakat yang akan mudik lebaran tahun ini," kata Wakil Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel Sufriadi Arif di Makassar, Rabu (11/3).
Berdasarkan dari hasil rapat kerja, kata dia, pihak BBPJN menyebut jalan nasional yang berlubang telah mencapai 1.600-an tersebar di 24 kabupaten kota di Sulsel, termasuk jalan Trans Sulawesi. Tentu persoalan ini perlu mendapat perhatian.
Baca Juga:KPK Sidak Proyek Multi Years di Sulsel, Apa yang Ditemukan?
Desakan tersebut sebagai bentuk komitmen DPRD Sulsel guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
Sebab, peristiwa kecelakaan kendaraan mengalami ban bocor kena lubang di jalan Trans Sulawesi menghubungkan Kabupaten Pangkep-Barru dan Kota Parepare ,marak terjadi.
Selain itu, kata Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menekankan, perbaikan jalan berlubang dapat menunjang percepatan mobilitas ekonomi dalam hal distribusi barang antarkota kabupaten dan provinsi (AKDP) di wilayah Sulawesi.
Kepala BBPJN Sulsel Indra Cahya Kusuma dalam pertemuan itu menyampaikan, dari seribu-an lebih jalan rusak dan berlubang, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan perbaikan penambalan.
Faktor utama jalan rusak diakibatkan curah hujan cukup tinggi serta umur jalan lebih dari Sembilan tahun.
Baca Juga:ASN Sulsel Dilarang Minta THR dari Masyarakat, Laporkan di Sini
"Terkait dengan penanganan jalan, kami memiliki alat untuk aset pemeliharaan jalan, termasuk ruas-ruas serta historis penanganan jalan tersebut lebih dari beberapa tahun," katanya.
Kendala tim di lapangan, kata dia, pihak jasa konstruksi swasta masih belum tertarik soal perawatan jalanan terutama di ruas jalan poros utama Kabupaten Maros-Pengkep dan Barru.
"Penanganan perbaikan lubang sudah dilaksanakan berkali-kali, tetapi pembayarannya hanya sekali. Jadi, kami melihat mereka lebih memilih ruas jalan lain seperti ruas jalan Jeneponto-Bulukumba, dibandingkan Maros sampai Barru yang tidak dilalui kendaraan muatan berat," tuturnya.
Kendati demikian, dari seribu-an titik jalan berlubang, pihak BBPJN Sulsel telah melaksanakan perbaikan.
Sejauh ini masih tersisa puluhan titik jalan berlubang untuk dilakukan penambalan jalan ruas jalan poros Maros, Pangkep sampai Barru.
Merespons hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menekankan kepada BBPJN Sulsel maupun pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulsel, Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Dinas Perhubungan yang hadir dalam pertemuan, prioritas utama saat ini adalah pelayanan arus mudik.