- Kecelakaan tunggal menewaskan Wardana Mamung (46) di Tol Makassar Seksi IV pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 13.53 Wita.
- Diduga kecelakaan ini disebabkan oleh mobil mengalami *aquaplaning* akibat hujan deras, sehingga menabrak pohon dan pagar pembatas.
- Korban yang merupakan istri anggota DPRD Sulsel dievakuasi ke RS Bhayangkara, sementara satu penumpang lain dilaporkan selamat.
Di sampingnya, seorang perempuan yang diketahui merupakan anak korban tampak memeluk kantong jenazah tersebut sambil menangis histeris dan berulang kali memanggil ibunya.
Kanit Laka Lantas Polrestabes Makassar, Iptu Jerryanto juga membenarkan kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut.
"Korban sekarang di Rumah Sakit Bhayangkara, untuk mobil diamankan di tol," kata Jerryanto.
Ia menjelaskan, kendaraan minibus dengan nomor polisi DD 1305 WA saat ini masih diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga:Pelatih PSM Makassar Soroti VAR Tidak Berfungsi Saat Lawan Persija Jakarta
Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kondisi jalan licin karena hujan yang menyebabkan kendaraan hilang kendali.
"Suaminya anggota dewan, istrinya (korban) ibu rumah tangga," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya istri salah satu anggota dewan tersebut.
"Iya benar, Hj Warda (istri Capt Hariadi). Barusan saya dapat informasi langsung dari Kapolrestabes. Turut berduka, semoga keluarga diberi keikhlasan dan ketabahan," ucapnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahaya aquaplaning saat berkendara di tengah hujan.
Baca Juga:Jam Berapa Buka Puasa Kota Makassar dan Sekitarnya Hari Ini? Cek Jadwal Kemenag RI
Aquaplaning terjadi ketika ban kendaraan kehilangan traksi akibat melintasi genangan air, sehingga lapisan air mengangkat ban dari permukaan aspal.
Kondisi tersebut membuat kendaraan sulit dikendalikan dan berisiko melintir atau keluar jalur.
Fenomena ini tidak selalu terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Pada kondisi tertentu, terutama saat permukaan jalan tergenang dan alur pembuangan air kurang optimal, aquaplaning bisa terjadi meski kendaraan tidak dalam kecepatan ekstrem.
Kecelakaan di Tol Makassar ini pun menambah daftar insiden lalu lintas yang dipicu cuaca buruk.
Aparat kepolisian mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan saat hujan, serta memastikan kondisi ban dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.