Jurnalis Sulsel Belajar AI untuk Verifikasi dan Investigasi

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia jurnalistik tak lagi bisa dihindari

Muhammad Yunus
Selasa, 03 Februari 2026 | 21:37 WIB
Jurnalis Sulsel Belajar AI untuk Verifikasi dan Investigasi
Pelatihan AI Tools for Journalists yang digelar di Makassar pada Senin-Selasa, 2-3 Februari 2026. Pelatihan didukung penuh Google News Initiative (GNI), Suara.com dan Local Media Community (LMC) [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Pelatihan "AI Tools for Journalists" diadakan di Makassar pada 2-3 Februari 2026, didukung Google News Initiative (GNI).
  • Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam verifikasi, investigasi, serta pemanfaatan AI generatif secara etis.
  • Peserta belajar menggunakan beragam alat AI seperti Gemini, Pinpoint, dan NotebookLM untuk mendukung kerja jurnalistik mereka.

Andin juga mengaku baru mengenal fitur NotebookLM dalam pelatihan ini. Ia terkejut karena satu tool bisa membantu membuat materi presentasi, audio, hingga video secara singkat.

"Yang paling bikin antusias itu Pinpoint. Saya baru tahu ternyata bisa transkrip tanpa batas durasi. Selama ini aplikasi AI lain yang saya pakai selalu ada limit dan harus upgrade. Di sini ternyata tidak," katanya.

Antusiasme serupa juga datang dari jurnalis senior Makassar, Kamaruddin Azis.

Meski telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, ia mengaku pelatihan ini memberinya pemahaman baru yang lebih mendalam tentang cara kerja AI.

Baca Juga:Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos

"NotebookLM itu ternyata keren banget. Bisa bantu bikin infografis yang lengkap, detail, dan menarik untuk media sosial atau grafis di media kita. Ada juga video dan voice," kata Kamaruddin.

Ia menyebut beberapa tools Google seperti Google Trends dan Gemini sebenarnya sudah ia kenal.

Namun, melalui pelatihan ini, ia baru benar-benar memahami bagaimana memaksimalkan fungsinya secara etis dan relevan untuk redaksi.

"Baru hari ini saya tahu cara kerjanya secara detail. Perkara umur bukan batasan untuk belajar AI. Kita hidup di era digital, dan ini sangat bermanfaat untuk redaksi termasuk untuk verifikasi dan investigasi ke depan," ujarnya.

Tak berhenti di situ, Kamaruddin bahkan berencana menularkan ilmu yang ia dapat. Ia ingin menggelar pelatihan bagi citizen journalist atau warga yang aktif memproduksi konten jurnalistik.

Baca Juga:17 Kasus Kekerasan Menimpa Jurnalis di Indonesia Timur Sepanjang 2025, Ini Wilayah Terparah

"Supaya mereka tidak salah kaprah pakai AI atau ChatGPT. Kita berbagi ilmu agar tetap sesuai dengan kaidah jurnalistik," katanya.

Pelatihan ini menegaskan bahwa AI bukan ancaman bagi jurnalisme, melainkan alat yang perlu dipahami dan dikendalikan.

Di tangan jurnalis yang kritis dan beretika, teknologi justru bisa memperdalam liputan, memperkuat verifikasi, dan memperkaya cara bercerita.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini