Prinsip-prinsip tersebut meliputi:
-Keanggotaan terbuka dan sukarela
-Pengelolaan demokratis (satu orang satu suara)
-Partisipasi ekonomi anggota
Baca Juga:10 Langkah Pendirian Koperasi Merah Putih di Desa dan Kelurahan
-Otonomi dan kebebasan
-Pendidikan dan pelatihan
-Kerja sama antar koperasi
-Kepedulian terhadap komunitas
Prinsip-prinsip ini dikenal sebagai "Rochdale Principles", dan menjadi landasan filosofis koperasi modern.
Baca Juga:106 Koperasi Merah Putih Segera Beroperasi di Sidrap
Penyebaran Koperasi ke Eropa dan Dunia
Keberhasilan koperasi Rochdale menginspirasi munculnya koperasi di berbagai kota industri di Inggris, dan kemudian menyebar ke negara-negara Eropa lainnya seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Skandinavia.
Setiap negara memiliki bentuk koperasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal masyarakatnya.
Di Jerman, misalnya, koperasi berkembang pesat di bawah kepemimpinan Friedrich Wilhelm Raiffeisen dan Hermann Schulze-Delitzsch.
Keduanya dikenal sebagai pelopor koperasi kredit, yang bertujuan membantu petani kecil dan pedagang agar dapat mengakses pembiayaan tanpa terjerat lintah darat.
Raiffeisen lebih fokus pada komunitas pedesaan, sementara Schulze-Delitzsch mengembangkan koperasi di perkotaan.