Alarm Pagi Bikin Stres? Ini 9 Trik Jitu Kembali Produktif Setelah Liburan

Liburan udah kelar, tiket pulang kampung udah dibakar, dan alarm pagi mulai berisik lagi

Muhammad Yunus
Jum'at, 04 April 2025 | 18:11 WIB
Alarm Pagi Bikin Stres? Ini 9 Trik Jitu Kembali Produktif Setelah Liburan
Fenomena malas masuk kantor usai libur lebaran bisa menimpa banyak orang [Suara.com/ChatGPT/Muhammad Yunus]

SuaraSulsel.id - Liburan udah kelar, tiket pulang kampung udah dibakar, dan alarm pagi mulai berisik lagi.

Tapi kenapa ya, rasanya kok susah banget buat kembali ke rutinitas? Mood turun, badan lemas, dan semangat kerja serasa nyangkut di kampung halaman.

Ternyata, kondisi ini punya nama keren: post holiday blues.

Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani, M.Psi., Psikolog, yang juga lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, fenomena ini sangat wajar terjadi.

Baca Juga:No Ribet Tukar Uang! Liburan Lancar dengan Debit BRI Multicurrency di BRImo

“Setelah menikmati liburan yang menyenangkan, banyak orang merasa malas, kurang bersemangat, bahkan stres saat kembali ke rutinitas kerja atau sekolah,” katanya dalam pernyataan kepada ANTARA, Jumat (4/4/2025).

Nah, biar transisi dari liburan ke rutinitas nggak bikin kamu kelimpungan, Teresa punya formula kece: T.R.A.N.S.I.S.I.

Singkatan ini jadi panduan ampuh supaya kita bisa balik ke dunia nyata dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

T – Tidur Teratur

Kebiasaan begadang saat liburan memang nikmat. Tapi begitu masuk kerja, tubuh kita butuh penyesuaian ulang.

Baca Juga:Healing Bareng keluarga dengan Kredit BRIguna Bikin Liburan Keluargamu Makin Berkesan

“Mengubah pola tidur jadi lebih teratur beberapa hari sebelum kembali ke aktivitas bisa membantu tubuh kembali ke ritme sirkadian,” jelas Teresa.

Mulailah tidur lebih awal dan bangun sesuai jam kerja normal, supaya badan nggak kaget saat alarm bunyi.

R – Rencanakan Hari Pertama

Jangan langsung tancap gas di hari pertama kerja. Teresa menyarankan buat mulai dengan ringan—cek email, susun to-do list, atau sekadar beresin meja kerja.

"Jangan memaksakan diri buat langsung produktif 100 persen. Nikmati dulu proses adaptasinya," katanya.

A – Atur Ekspektasi

Ini penting banget. Kadang kita berharap bisa langsung "on" seperti sebelum liburan.

Padahal, otak dan tubuh masih dalam mode santai. Jadi, beri waktu untuk menyesuaikan diri.

“Fokuslah pada *progress*, bukan perfeksionisme,” ujar Teresa. Nggak perlu sempurna, yang penting bergerak maju.

N – Nikmati Hal Kecil

Menyeduh kopi pagi, dengar lagu favorit, atau bawa bekal makanan kesukaan bisa bikin hari pertama jadi lebih menyenangkan.

Aktivitas-aktivitas kecil ini bisa bantu otak melepaskan dopamin, hormon yang bikin kita merasa senang.

S – Susun Jadwal

Daripada panik mikirin semua tugas sekaligus, lebih baik susun jadwal secara bertahap.

Prioritaskan yang penting dan mendesak dulu. Ini bikin kamu merasa lebih terkontrol dan nggak kewalahan.

I – Ingat Motivasi

Tanya lagi ke diri sendiri, kenapa kamu memilih pekerjaan atau sekolah ini?

Bisa jadi karena ingin belajar hal baru, bertemu teman-teman seru, atau punya tujuan jangka panjang.

“Mengingat kembali alasan bekerja atau belajar bisa menjadi motivasi internal untuk kembali semangat,” jelas Teresa.

S – Sisihkan Waktu untuk Diri Sendiri

Meski udah balik kerja, bukan berarti kamu harus ninggalin waktu untuk diri sendiri.

Coba luangkan waktu buat olahraga ringan, meditasi, atau sekadar jalan kaki sore hari. Aktivitas ini penting untuk jaga kesehatan mental tetap stabil.

I – Interaksi dengan Orang Lain

Ngobrol santai dengan rekan kerja bisa jadi cara sederhana tapi manjur untuk ngusir stres.

“Berinteraksi dan tertawa bersama bisa meningkatkan mood secara alami,” kata Teresa.

Waspadai Jika Berlarut-Larut

Meski biasanya post holiday blues bersifat sementara dan akan mereda dalam beberapa hari, Teresa mengingatkan untuk tetap waspada.

Kalau perasaan sedih, lesu, atau stres berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi itu tanda awal gangguan kesehatan mental.

“Jika gejalanya mengganggu produktivitas, tidur, makan, atau relasi sosial, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog, baik secara online maupun offline,” tuturnya.

Nikmati Proses Kembali ke Rutinitas

Balik ke rutinitas setelah liburan emang nggak gampang. Tapi dengan pendekatan yang tepat seperti strategi T.R.A.N.S.I.S.I.

Kamu bisa menjalani masa transisi ini dengan lebih tenang dan menyenangkan. Ingat, kamu nggak harus langsung hebat hari ini.

Yang penting, kamu sedang dalam perjalanan menuju ritme normalmu lagi.

So, siap ngopi pagi dan buka email dengan senyum tipis? Kamu nggak sendiri kok.

Kita semua sedang belajar bertransisi, pelan-pelan, tapi pasti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini