Tradisi Malam Pasang Lampu Sambut Lailatul Qadar di Gorontalo

Merayakan tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu dengan penuh makna menyambut Lailatul Qadar

Muhammad Yunus
Minggu, 07 April 2024 | 13:06 WIB
Tradisi Malam Pasang Lampu Sambut Lailatul Qadar di Gorontalo
Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro bersama jajaran dan Ketua MUI Kabupaten juga tokoh agama dan tokoh adat setempat, melakukan pemasangan lampu botol mengawali tradisi malam pasang lampu atau "Tumbilotohe" di 27 Ramadan [SuaraSulsel.id/Diskominfo Gorontalo Utara]

Pedagang kecil menjual lampu dari botol bekas yang berisi sumbu kompor dan minyak tanah ataupun dapat menggunakan minyak goreng.

Botol berisi sumbu tanpa minyak dijual Rp2.000 per buah atau Rp1.500 per buah tanpa sumbu dan minyak.

"Tentu masyarakat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat berkreasi memanfaatkan momen ini untuk meraup pendapatan," katanya.

Selain itu tradisi Tumbilotohe dapat menjelma menjadi wisata religi yang dapat diandalkan untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah ini.

Baca Juga:Menjelang Perayaan Tumbilotohe di Gorontalo, Lampu-lampu Mulai Terpasang

Olehnya kata Sekda, tradisi ini patut dijaga dan dilestarikan sebab dampaknya sangat besar dalam menjaga tradisi maupun menciptakan kegiatan bernilai ekonomis tinggi.

Sekda bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat di lingkup pemerintahan daerah, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten KH. Hasan Tarua, para tokoh agama dan tokoh adat setempat melakukan pemasangan lampu botol perdana di malam Tumbilotohe berlangsung di rumah dinas Sekda.

Tradisi ini juga dilakukan umat Islam di seluruh Wilayah kecamatan yang ada, baik di pelataran masjid, lapangan desa maupun di teras dan digantung di pagar rumah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini