Sementara, arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 3 Januari 2024 dengan perkiraan jumlah penumpang mencapai 29.400 orang.
Taochid mengaku tidak ada kenaikan signifikan pada musim mudik Nataru tahun ini. Sebab, hingga hari ini belum ada permintaan penambahan extra flight dari maskapai.
Rugikan Negara
Sebelumnya, Komisi V DPR RI meninjau proyek perluasan bandara Sultan Hasanuddin pada 6 Desember 2023 lalu. Mereka menilai keterlambatan tersebut merugikan negara dan masyarakat.
Baca Juga:32 Pusaka Sultan Hasanuddin yang Dijaga Laskar Rasulullah di Kabupaten Gowa
Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid menilai proyek ini akan merugikan negara dan masyarakat jika tidak segera rampung. Menurutnya, keterlambatan yang berlarut membuat fungsi bandara menjadi tidak optimal, terlebih ketika bandara sedang akan mengalami lonjakan pengunjung seperti mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Ini tidak boleh lagi terjadi (keterlambatan proyek pelebaran Bandara Sultan Hasanuddin). Karena ini merugikan masyarakat sesungguhnya. Sangat merugikan. Kenapa? karena seharusnya lebih cepat digunakan tapi karena keterlambatan mungkin karena alasan profesionalisme dan sebagainya sehingga ini bisa terjadi," tegasnya.
Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga mengingatkan pemerintah, bahwa kedepan pemerintah harus lebih selektif dalam memberikan pekerjaan pada suatu badan atau perusahaan. Sehingga hal yang sama tidak lagi terjadi pada proyek yang lain.
"Ini harusnya sudah dimanfaatkan tapi karena kondisi seperti itu (terlambat) sehingga harus bertahun-tahun (dikerjakan)," jelasnya.
Diketahui, proyek penambahan kapasitas bandara ini sudah digarap sejak 2019 dan ditargetkan rampung tahun 2021. Namun hingga Desember 2023 proyek pelebaran Bandara Sultan Hasanuddin belum juga rampung. Proyek ini juga sudah melalui tiga kali addendum, dengan target terbaru penyelesaiannya adalah Desember 2024.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing