Cerita Anggota Veteran Berjuang Bersama Paman Ferdy Sambo di Operasi Seroja di Timor Timur

Suryadi bergabung dalam Kompi 36, yang dipimpin oleh komandan tempur Pieter Sambo

Muhammad Yunus
Selasa, 15 Agustus 2023 | 13:54 WIB
Cerita Anggota Veteran Berjuang Bersama Paman Ferdy Sambo di Operasi Seroja di Timor Timur
Suryadi, anggota Veteran di Sulawesi Selatan menceritakan kisah hidupnya saat berperang di Operasi Seroja, Timor Timur tahun 1975-1976 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Akhir tahun 1975 lalu, AKBP (Purn) Suryadi diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Usianya masih 19 tahun kala itu.

Suryadi masih ingat betul pengalaman pertamanya berada di medan perang. Ia bergabung dengan ABRI dan hanya mengikuti pendidikan selama tiga bulan sebelum diberangkatkan dari pelabuhan Parepare ke Timor Timur.

"Kita hanya dilatih sekitar tiga bulan sebelum diberangkatkan. Saya masuk kompi 36 sekitar 120 orang, yang pertama berangkat dari sini (Sulawesi Selatan)," kata Suryadi saat diwawancarai Selasa, 15 Agustus 2023.

Suryadi bergabung dalam Kompi 36, yang dipimpin oleh komandan tempur Pieter Sambo, paman dari mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo. Penempatannya di Kabupaten Baucau saat itu masih berstatus distrik.

Baca Juga:Sunat Hukuman Sambo Cs, MA Sudah Kirim Salinan Putusan Kasasi ke PN Jaksel

Mantan Kasubdit di Polda Sulsel itu mengaku masuk ke wilayah Timor Timur lewat jalur laut. Saat itu wilayah Baucau sudah bergejolak.

"Dan sebagai prajurit, kami hanya ikut perintah komandan pasukan, Jenderal Pieter Sambo. Saat itu masih kolonel. Kita berjaga dan lakukan patroli," tuturnya.

Suryadi mengaku itu adalah pengalamannya yang paling berkesan selama menjadi anggota polisi. Seperti berada di antara hidup dan mati.

Ia mendengar bunyi tembakan dimana-mana. Lengah sedikit bisa jadi korban.

"Ya namanya daerah perang, tidak ada enaknya. Tiap hari kita lihat mayat. Itu yang tidak bisa dilupakan," kenangnya.

Baca Juga:Jadi Tersangka Disaat Hukuman Sambo Cs Dikorting, Kamaruddin Simanjuntak: Sangat Tidak Baik, Politis!

Lelah sekali rasanya, kata Suryadi. Sudah tidak tidur berhari-hari, mereka juga jarang makan.

"Makannya apa saja yang ditemui. Buah-buahan di hutan, seperti jambu biji itu. Nanti dapat makan setelah ada bantuan ransum dari pusat lewat udara," ungkap Suryadi.

Saat itu ada tiga kelompok yang berperang, yakni UDT yang ingin merdeka di bawah Portugis, Fretilin yang ingin merdeka sendiri, dan Apodeti yang ingin bergabung dengan Indonesia.

Puncak perang terjadi saat kelompok Fretilin melakukan serangan. Mereka dilengkapi dengan senjata laras panjang dan melancarkan tembakan ke pos jaga.

Kata Suryadi, strategi balasan harus diatur betul dengan sebaik-baiknya. Sebelum memukul mundur musuh dengan tembakan peluru.

"Harus hati-hati betul karena kita ditembaki dari (arah) mana saja," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini