Pelaku Pencabulan Anak di Makassar Divonis Bebas, Dinilai Tak Salah

Asdar dinyatakan bebas dari segala tuntutan pada sidang vonis yang dipimpin hakim ketua, Purwanto pada Senin 24 Juli 2024 lalu.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 28 Juli 2023 | 16:42 WIB
Pelaku Pencabulan Anak di Makassar Divonis Bebas, Dinilai Tak Salah
Ilustrasi pengadilan.(Pexels/Sora Shimazaki)

SuaraSulsel.id - Hakim Pengadilan Negeri Makassar menjatuhkan vonis bebas kepada Asdar, pelaku pencabulan anak di bawah umur. Sebelumnya, terdakwa dituntut 15 tahun pidana penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Asdar dinyatakan bebas dari segala tuntutan pada sidang vonis yang dipimpin hakim ketua, Purwanto pada Senin 24 Juli 2024 lalu.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai perbuatan Asdar tidak terbukti melanggar Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 76D Undang-Undang RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI No 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Membebaskan terdakwa dan menyatakan terdakwa tidak bersalah dan memutus bebas dari segala tuntutan," demikian kutipan hasil amar putusan perkara tersebut.

JPU pun menyatakan keberatan dan siap menempuh kasasi. Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Makassar Asrini As'ad mengatakan pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait putusan hakim terhadap terdakwa Asdar.

Ia menegaskan JPU punya dua alat bukti untuk menuntut terdakwa. Yakni hasil visum dan juga hasil pemeriksaan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Itulah hasil pertimbangan kami. Ada visum, ada LPSK dan bukti pemeriksaan psikologi korban yang mengalami trauma. Sehingga kita ajukan upaya hukum kasasi," tutur Asrini.

Diketahui, kasus ini sudah terjadi sejak tahun 2020. Namun baru dilaporkan ke polisi pada tahun 2022 lalu.

Dalam tuntutannya, JPU mengatakan kekerasan seksual dilakukan Asdar terhadap keponakannya sendiri yang masih berusia 16 tahun di rumahnya. Kasus terungkap setelah tetangga korban memergoki terdakwa melakukan pencabulan.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan saksi ke ibu korban yang sudah tinggal terpisah. Korban selama ini bungkam karena diancam tidak akan dibiayai sekolahnya oleh Asdar.

Namun, keterangan saksi dan sejumlah barang bukti tidak dipertimbangkan oleh hakim. Apalagi, ayah korban dihadirkan jadi saksi meringankan untuk terdakwa. 

JPU sendiri sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman pidana 15 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan dikurangi masa penahanan. Terdakwa juga diminta membayar restitusi atau ganti rugi ke korban.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini