Muchtar mengatakan akan memanfaatkan anggaran dari Kementerian Keuangan untuk membangun jalan tani. Bulukumba butuh jalan tani untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan.
"Uang itu akan kami manfaatkan untuk membangun jalan tani. Supaya warga mudah untuk menjual hasil pertanian," kata Muchtar.
Sementara, Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengaku setiap pekan menerima laporan harga komoditas pangan di pasaran. Jika ada kenaikan yang signifikan, maka solusinya adalah pasar murah.
"Kita rutin gelar pasar murah. Kita intervensi harga, jika naik kita langsung gelar pasar murah," ungkap Taufan.
Baca Juga:Kabupaten Bulukumba dan Kota Parepare Dapat Hadiah Rp10 Miliar Karena Mampu Tekan Inflasi
Ia menambahkan pihaknya juga menjalin komunikasi yang baik dengan pelaku usaha. Mereka diedukasi jangan sampai ada penimbunan barang.
"Kita upayakan betul agar harga di pasaran stabil. Jadi kita jalin komunikasi dengan pelaku usaha bagaimana agar membantu pemerintah," bebernya.
Akan Digunakan Untuk UMKM
Disinggung mengenai bonus dari Sri Mulyani, Taufan mengaku anggaran itu akan dimanfaatkan untuk UMKM. Para pelaku UMKM di Parepare butuh suntikan dana untuk pulih pasca pandemi Covid-19.
"Sebenarnya untuk rehabilitasi stadion bisa juga, tapi kita akan fokus dulu ke UMKM. Kita tahu saat ini tumpuan perekonomian kita itu ada pada UMKM. Stadion insyaAllah bisa kita anggarkan di tahun depan," tegasnya.
Baca Juga:Gubernur Sulsel Berikan Rp30 Miliar Untuk Bangun Jembatan Kembar di Kota Parepare
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dua daerah ini mengalami deflasi pada bulan Agustus 2022. Bulukumba mencatat deflasi sebesar -0,60 persen, sementara Parepare -0,11 persen.