Selain itu Andri Johandri juga menjelaskan pentingnya untuk tidak menggunakan Wifi ketika sedang melakukan transaksi melalui m-banking lantaran data pengguna bisa disalahgunakan.
Ia juga membahas mengenai keamanan data pribadi yang terdiri dari registrasi pada layanan publik, ketentuan layanan aplikasi, enkripsi data pribadi pada layanan, data pribadi dan sosial media.
Pada poin tentang keamanan digital, Andri Johandri mengatakan bahwa dunia maya memang dunia yang bebas melakukan apa saja, namun harus tetap berhati-hati.
“Jangan sampai data kita tersebar luas oleh diri kita sendiri, contohnya seperti challenge spill nama orang tua. Hal itu adalah salah satu data pribadi yang tidak boleh asal disebarkan,” tegasnya.
Selain itu, Tri Hadiyanto Sasongko, Praktisi Digital Marketing menambahkan bahwa cara menentukan kebenaran berita juga sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat, termasuk ASN.
Ia mengemukakan bahwa saat membaca sebuah berita ASN harus meneliti terlebih dahulu alamat situsnya apakah tepercaya atau tidak. Selain itu, kata Tri Hadiyanto, waspadai pula kalimat provokatif, mengecek gambar dengan beberapa situs tepercaya, dan memverifikasi siapa yang menyebarkan berita pertama.
“Kita harus mulai bijak memilah dan memilih berita yang muncul di smartphone kita, berita mana yang valid dan terverifikasi. Berita hoax berpotensi besar untuk memecah belah bangsa kita. Terlebih lagi ASN memiliki fungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” jelasnya yang juga membagikan tips dan trik mengecek kebenaran berita dengan situs-situs tepercaya yang dapat dimanfaatkan.