Prajurit TNI Kehabisan Darah Terkena Peluru di Dada

Prajurit TNI tewas ditembak di pegunungan Bintang Papua

Muhammad Yunus
Kamis, 30 Juni 2022 | 07:22 WIB
Prajurit TNI Kehabisan Darah Terkena Peluru di Dada
Dokumentasi prajurit TNI AD menggotong tenaga kesehatan korban penyerangan gerombolan bersenjata usai dievakuasi menggunakan helikopter TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo, Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). Sembilan dari 11 tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, pada Senin (13/9/2021) di evakuasi ke Jayapura untuk dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Kontak senjata antara personel TNI dengan kelompok bersenjata Papua sudah kerap terjadi, di antaranya pada 26 Maret 2022. Saat itu kelompok bersenjata menyerang Pos Marinir Perikanan Quari Bawah, Distrik Kenyam, Nduga.

Sehingga satu perwira pertama Korps Marinir TNI AL, Letnan Dua Marinir Mohamad Iqbal, gugur. Adapun sembilan anggotanya yang lain luka berat dan ringan.

Menjelang akhir 2021, Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, memberi pernyataan kepada pers bahwa dia akan mengevaluasi berbagai hal tentang aktivitas TNI di banyak wilayah Tanah Air. Ia dilantik menjadi panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada 17 November 2021.

Perkasa menyatakan dia ingin TNI memperlakukan Papua Barat sebagaimana provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga:3 Daerah di Jabar Berpotensi Turun Hujan Lokal

"Saya akan lakukan evaluasi, lakukan perubahan dalam hal bagaimana kita beraktivitas, bukan hanya di Papua, tapi juga di seluruh wilayah NKRI," kata dia, dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Walau begitu, baku tembak antara tentara dengan kelompok bersenjata terjadi juga, di antaranya di Distrik Sugapa, Intan Jaya, penembakan Kantor Polsek Sugapa, Intan Jaya, serta penembakan di Kabupaten Yahukimo.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini